Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Petinggi Yaman Minta Agresor Saudi Ambil Pelajaran dari Pilpres AS

Petinggi Yaman Minta Agresor Saudi Ambil Pelajaran dari Pilpres AS

POROS PERLAWANAN – Ketua Komite Tinggi Revolusi Yaman, Muhammad Ali al-Houthi kembail menyinggung hasil Pilpres AS, dan mengingatkan negara-negara agresor agar mengakhiri permusuhan terhadap rakyat Yaman.

“Sebagaimana aksi pamer kekuatan di Pilpres AS tidak membuahkan hasil, kengototan kalian untuk melanjutkan blokade dan serangan militer dalam beberapa tahun ini tidak mengantarkan kalian kepada tujuan (yang kalian inginkan)”, cuit al-Houthi pada Jumat 6 November, seperti dilansir Fars.

“Sebab itu, perlakuan terhadap Republik Yaman dengan cara mencabut blokade dan menghentikan agresi ke negara ini, adalah gerbang perdamaian hakiki. Ini adalah sesuatu yang kami tekankan dalam beberapa tahun terakhir”, lanjutnya.

Sebelum ini, al-Houthi menanggapi bertambahnya jumlah suara elektoral Joe Biden, Capres dari Partai Demokrat, yang meningkatkan peluangnya untuk memenangi Pilpres AS tahun ini.

Ia mencuit dalam akun Twitter-nya, ”Rezim-rezim antek AS di Kawasan tercengang dan terpaku melihat Pilpres negara tersebut”.

“Namun hal yang mesti diketahui bangsa-bangsa adalah, berlanjutnya perang dan hancurnya sumber-sumber daya kita, orang Arab, adalah dicabutnya tekad dan kehendak dari rezim-rezim ini. Pengkajian ulang atas realita mesti dimulai melalui bangsa-bangsa yang memiliki tekad dan kehendak kuat, sehingga mereka bisa menemukan solusi”, tandas al-Houthi.

Negara-negara yang dekat dengan Saudi, yang sebagian dari mereka (UEA, Bahrain, dan Sudan) telah menormalisasi hubungan dengan Israel, mencemaskan kekalahan Donald Trump dalam Pilpres 2020.

Dubes Iran untuk Yaman, Hasan Eyrlou juga sempat menyindir ketergantungan sejumlah penguasa Arab kepada Paman Sam; ketergantungan yang membuat negara-negara Arab itu ibarat “sapi perah” milik AS.

“Orang-orang Saudi tidak suka melihat realita hubungan antara Iran dan Yaman; hubungan yang dibangun atas penghormatan timbal balik dan kepentingan setara. Saudi menilai hubungan ini sesuai gambaran mereka sendiri, dan berpendapat bahwa ini hubungan antara majikan dan pelayan,” tandas Eyrlou.

Tags: