Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Profesor AS: Pemakaman Ayatullah Khamenei Bakal Ubah Substansi Perang

POROS PERLAWANAN – Profesor ilmu politik Universitas Chicago, Robert Pape, pada hari Senin 6 Juli menilai upacara pengiringan jenazah Ayatullah Ali Khamenei sebagai tuas tekanan baru bagi Iran.

Dilansir Fars, dengan mengunggah pesan di jejaring sosial X, Pape menanggapi kehadiran jutaan rakyat Iran dalam upacara pemakaman jenazah Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam Iran.

“Perang Iran berubah dari detik ke detik. Perubahan terpenting bukanlah masalah Selat Hormuz, melainkan kehadiran historis dan lautan manusia di jalanan untuk upacara pengiringan jenazah Pemimpin Tertinggi tersebut,” cuitnya.

“Situasi ini benar-benar mengubah tuas tekanan Teheran dan sangat meningkatkan risiko ekonomi global bagi kita semua.”

Dalam sebuah catatan di situs web Substack, ia menulis: “Jutaan orang Iran telah hadir di jalanan untuk upacara pemakaman pemimpin tertinggi, sebuah upacara yang mungkin merupakan mobilisasi massa terbesar dalam sejarah Republik Islam. Gambar-gambar dari seluruh penjuru negeri menunjukkan kerumunan massa yang membentang hingga berkilo-kilometer, sementara hari-hari berkabung masih terus berlanjut.”

Berbagai media internasional meliput kehadiran luas rakyat Iran dalam upacara pengiringan dan pemakaman jenazah pemimpin martir revolusi, dan menyebutnya sebagai tampilan kekuatan serta persatuan Iran.

Sembari menyoroti pentingnya aspek strategis dari upacara ini, Pape melanjutkan: “Sebagian besar analisis menganggap pemakaman ini hanya sebagai pertunjukan politik. Pandangan ini mengabaikan kepentingan strategisnya. Kisah yang lebih penting adalah bagaimana peristiwa ini mengubah posisi tawar Teheran.”

“Perang pada akhirnya adalah pertarungan tekad politik. Pertunjukan besar dari kehendak nasionalis tidak mengubah kekuatan militer dalam semalam. Hal tersebut mengubah insentif politik yang menentukan bagaimana Pemerintah bernegosiasi, meningkatkan ketegangan, dan menanggung rasa sakit ekonomi.”

“Perubahan politik ini meningkatkan kemungkinan terjadinya guncangan ekonomi global di bulan Agustus. Itulah sebabnya pemakaman ini mengubah substansi perang.”

“Selama berbulan-bulan, saya berpendapat bahwa tuas tekanan Iran akan meningkat secara bertahap seiring dengan penurunan cadangan minyak global di bulan Agustus. Apa yang berubah pada akhir pekan ini (Sabtu dan Minggu) bukanlah jadwal ekonomi, melainkan kepercayaan diri politik Teheran. Para pemimpin yang sebelumnya khawatir tentang biaya domestik dari konfrontasi jangka panjang, kini telah menyaksikan tampilan luar biasa dari solidaritas nasional. Hal ini membuat tuntutan yang lebih besar (dalam negosiasi) menjadi lebih mudah, bukan lebih sulit.”

“Semua orang melihat pelayaran di Selat Hormuz. Apa yang sebenarnya penting adalah tuntutan Iran. Dampaknya jauh melampaui Teheran. Ini berarti bahwa tuntutan Iran yang lebih sulit dalam negosiasi kini menjadi lebih mungkin terjadi, tepat pada saat ekonomi global mendekati periode yang paling rentan. Dua hingga tiga minggu ke depan mungkin akan menentukan apakah bulan Agustus akan membawa kenaikan harga energi, atau justru kita akan menyaksikan guncangan ekonomi global yang sesungguhnya.”

Ia mengisyaratkan peningkatan posisi Iran dalam negosiasi dan mengatakan,”Pertanyaan strategisnya bukan lagi apakah negosiasi Amerika dan Iran akan dimulai kembali atau tidak. Melainkan, apakah kondisi politik telah tercipta bagi Iran untuk menuntut konsesi yang jauh lebih besar tepat pada saat waktu sedang berpihak padanya.”

“Upacara ini mungkin menjadi peristiwa politik terbesar dalam perang Iran sejak awal konflik,” imbuh Pape.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *