Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Pudarnya Hegemoni AS di Dunia dan Kawasan Akibat Gegabah dan ‘Terperosok Perangkap’ Iran

Pudarnya Hegemoni AS di Dunia dan Kawasan Akibat Gegabah dan 'Terperosok Perangkap' Iran

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, seorang analis Timur Tengah di harian Jerusalem Post, Seth Frantzman menyatakan, Iran, China, dan Rusia menilai AS telah masuk perangkap ketika berusaha mengaktifkan kembali sanksi atas Teheran.

Frantzman dalam tulisannya menyatakan, meski AS berupaya mengaktifkan mekanisme Snap Back, namun mayoritas negara di dunia menentangnya. Iran juga disebutnya memanfaatkan kegegabahan AS ini untuk melemahkan posisi Washington di Timur Tengah.

Rusia, China, Turki, dan para pemain lain juga menggunakan kesempatan ini untuk mengurangi peran AS di Kawasan dan dunia. Menurut Franztman, ini adalah momen tiada tara dalam sejarah dunia. Iran, kata Frantzman, meyakini bisa mengakhiri hegemoni AS secara simbolis dan menamatkan riwayat peran AS selama 30 tahun di Kawasan.

“Semua kejadian di sekitar masalah ini tak hanya memunculkan perang rumit antara Iran dan AS saja, tapi juga antara AS versus Rusia dan China, serta AS versus Eropa. Tampaknya AS telah menyiapkan sanksi sekunder untuk diberlakukan atas negara-negara yang menolak pengaktifan Snap Back. Washington juga menebar ancaman serupa terhadap para pelanggar pembatasan senjata Iran,” tulis Frantzman.

Ia menilai, Iran, juga Rusia dan China, meyakini bahwa AS telah terperosok dalam perangkap. Mereka ingin membuktikan bisa berbuat sesuka hati kendati mendapat ancaman dari AS.

“Mereka ingin menciptakan krisis yang tidak bisa diatasi AS, sebab Washington sudah tidak lagi memiliki pengaruh diplomatik dan ekonomi di level internasional seperti sebelumnya.”

“Mereka berniat melambai-lambaikan kain merah di hadapan Pemerintahan Trump agar ia menjadi liar tak terkendali. Mereka tahu bahwa hanya tinggal satu setengah bulan sebelum tibanya Pilpres AS. Pesan Rusia dan negara-negara lain sudah jelas, yaitu bahwa era hegemoni AS sudah berakhir dan dunia sudah berubah menjadi multikutub,” tulis Frantzman.

“Iran berharap bahwa perjudian AS terkait Snap Back akan menjadi upaya terakhir dan penguat bukti atas berakhirnya peran AS di Timur Tengah. Kendati pandangan Iran ini tampak terlalu optimistis, namun ia berharap akan menempatkan AS pada situasi dimana tak ada satu pun negara yang membelanya,” pungkas Frantzman.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *