Aksi Demo Rakyat Lebanon Menentang ‘Perjanjian Memalukan’ Pemerintah Beirut-Rezim Zionis Israel
POROS PERLAWANAN – Menyusul perjanjian memalukan antara Pemerintah Lebanon dan Rezim Zionis, yang memberikan izin pendudukan di wilayah selatan negara tersebut, beberapa kota di Lebanon menjadi ajang demonstrasi yang menentang perjanjian ini dan pejabat Lebanon.
Dilansir Fars, media-media Lebanon melaporkan bahwa jalur antara kota Rayak dan kota Baalbek di wilayah Bekaa menjadi saksi demonstrasi penentangan terhadap pejabat Lebanon. Para demonstran membakar ban sebagai bentuk protes terhadap normalisasi hubungan dengan Rezim Pendudukan Israel dan perjanjian kompromi yang ditandatangani di Washington.
Menyusul demonstrasi ini, Militer Lebanon berupaya membubarkan pengunjuk rasa dan membuka kembali jalan. Di wilayah Taalabaya, di Bekaa, Lebanon bagian timur, para pengunjuk rasa menentang perjanjian kompromi Pemerintah dengan Rezim Zionis dengan memblokir jalan-jalan. Ibu Kota Lebanon, Beirut, juga menjadi ajang demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap perjanjian ini.
Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani Pemerintah Lebanon baru-baru ini di Washington dengan Rezim Zionis, mereka memberikan izin kepada Rezim Pendudukan untuk tetap berada di selatan Lebanon hingga selesainya apa yang disebut rencana “pelucutan senjata Perlawanan”.
Berdasarkan perjanjian yang ditandatangani Pemerintah Lebanon dengan Israel di Amerika, Rezim Zionis menarik diri dari 2 desa di selatan dan akan mengizinkan masuknya Militer Lebanon ke sana; desa-desa yang pada dasarnya tidak diduduki oleh Israel!
Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syekh Naim Qasim beberapa jam lalu menyebut perjanjian Pemerintah Lebanon dengan Rezim Zionis sebagai tindakan yang memalukan. Dia menekankan bahwa perjanjian ini memberikan legitimasi pada pendudukan Zionis.
