Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Rencana Aneksasi Ditunda, Bukti Ultimatum Keras Poros Perlawanan Palestina Bikin Keder Zionis Israel

Rencana Aneksasi Ditunda, Bukti Ultimatum Keras Poros Perlawanan Palestina Bikin Keder Zionis Israel

POROS PERLAWANAN – Dikutip Tasnim dari Palestine Today, Menteri Energi Israel Yuval Steinitz mengatakan bahwa rencana aneksasi Tepi Barat akan dilaksanakan dalam bulan-bulan mendatang.

Sebelum ini, Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi juga mengatakan, langkah-langkah aneksasi Tepi Barat tidak akan dilaksanakan pada Rabu 1 Juli kemarin.

Senada dengan mereka berdua, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz menyebut tanggal 1 Juli (kemarin) bukan hari suci. Sebab itu, tak ada bedanya jika aneksasi diimplementasikan di hari-hari lain.

Statemen para pejabat Rezim Zionis ini jelas berlawanan dengan niat Benyamin Netanyahu, yang berencana mewujudkan aneksasi pada hari Rabu kemarin. Kontradiksi ini jelas menunjukkan bahwa peringatan keras Kelompok Poros Perlawanan Palestina telah menciutkan nyali Otoritas Israel.

Kelompok-kelompok Poros Perlawanan Palestina secara tegas melayangkan ancaman, bahwa implementasi aneksasi akan menyulut bunga api Intifada III. Peringatan keras ini tentu berpengaruh dalam penundaan rencana pencaplokan Tepi Barat.

Seorang petinggi Jihad Islami Palestina, Dawud Shahab, telah menyatakan bahwa amarah dan perlawanan terhadap pendudukan Israel akan terus berlanjut, baik aneksasi dijalankan atau dihentikan.

“Merupakan hak Kelompok Poros Perlawanan untuk melawan segala bentuk aneksasi. Tugas kami sebagai pejuang di Gaza adalah membela warga Palestina di Tepi Barat. Kami siap melakukan intervensi militer untuk melindungi mereka kapan pun dibutuhkan,” kata Shahab kepada stasiun televisi al-Masirah, seperti dilansir Fars.

Shahab menegaskan, penundaan rencana aneksasi tidak berarti pembatalan rencana tersebut. Dia mengatakan, semua pihak harus tahu bahwa rakyat Palestina tak akan membiarkan tanah mereka dirampas, walau hanya sejengkal.

Petinggi Jihad Islami ini menilai, sikap negara-negara Arab terkait aneksasi “sangat lemah dan memalukan.” Sebab, katanya, level pendirian negara-negara Arab itu ditentukan oleh AS.

“Kami tidak mengharapkan Pemerintah-pemerintah Arab. Yang kami andalkan adalah bangsa-bangsa Arab dan Muslim,” tandasnya.

Sama seperti negara-negara Arab, Eropa juga dinilai Shahab tak bisa dipercaya. “Andai kata rakyat Palestina tidak menunjukkan amarah mereka, niscaya Eropa akan bungkam seribu bahasa,” sindirnya.

Tags: