Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Respons Keras Berbagai Pihak di Irak Tuntut Penutupan Kantor Media Saudi Penghina Ayatullah Sistani

Respons Keras Berbagai Pihak di Irak Tuntut Penutupan Kantor Media Saudi Penghina Ayatullah Sistani

POROS PERLAWANAN – Harian Saudi, al-Sharq al-Awsat, baru-baru ini memuat karikatur yang menghina ulama panutan Irak, Ayatullah Ali Sistani. Tindakan ini memicu respons keras dari berbagai pihak di Irak.

Dilansir Mehr, seorang anggota aliansi Daulah al-Qanun, Nahlah al-Hababi, menyatakan, pada hakikatnya karikatur media Saudi ini adalah penghinaan kepada semua orang Syiah.

“Tujuan utama dari penghinaan ini adalah serangan kepada Syiah. Sebab, para petinggi Saudi tahu bahwa musuh utama mereka di Irak dan Kawasan adalah kelompok Syiah,” kata al-Hababi kepada Mehr.

Menurut mantan anggota Parlemen Irak ini, Saudi telah terbukti tidak pernah memainkan peran konstruktif dan positif di Irak. Pemilihan PM Irak, kata al-Hababi, adalah salah satu contoh dari intervensi Riyadh.

“Saudi telah menghina Ayatullah Sistani, yang merupakan keran keamanan untuk Irak. Andai bukan karena fatwa jihad yang dirilis beliau, kini tak ada negara yang bernama Irak,” papar al-Hababi.

Ia menegaskan, kontribusi Ayatullah Sistani tak hanya terbatas bagi kelompok Syiah semata, tapi juga meliputi semua lapisan masyarakat di Irak. Sebab itu, beliau dihormati oleh mereka semua.

“Saat Ayatullah Sistani mengeluarkan fatwa jihad, pertama-tama fatwa itu untuk melindungi kawasan penduduk Sunni, bukan penduduk Syiah. Sementara di lain pihak, Saudi mengirim pelaku bom bunuh dirinya ke kawasan yang dihuni komunitas Sunni,” ungkapnya.

Al-Hababi menuntut agar semua pihak terkait di Irak, termasuk Kemenlu Irak, segera menindak tegas al-Sharq al-Awsat berupa penutupan kantornya di Irak. Kemenlu Irak juga diminta untuk memanggil Dubes Saudi dan menyerahkan nota protes Baghdad atas penghinaan al-Sharq al-Awsat.

Juru Bicara resmi al-Nujaba, Nashr al-Shamari, dalam tweet-nya menyebut sikap anti-Syiah Dinasti Saud serta para antek AS dan Israel bukanlah fenomena yang mengherankan.

“Orang-orang Saudi adalah mereka yang telah menumpahkan darah kaum Muslimin,” cuit al-Shamari.

“Namun penghinaan mereka terhadap marja’ adalah bukti gamblang atas pahitnya kegagalan konspirasi mereka lantaran keputusan tegas marja’,” imbuhnya.

Al-Shamari menuntut agar penghinaan-penghinaan Saudi ini tidak didiamkan begitu saja. Dia menekankan bahwa Pemerintah Irak dan rakyat mesti merespons tindakan Saudi.

Tags: