Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Rumor AS Tutup Kedubesnya di Irak, Serius atau Trik Propaganda?

Rumor AS Tutup Kedubesnya di Irak, Serius atau Trik Propaganda?

POROS PERLAWANAN – Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah sumber mengabarkan niat AS untuk menutup Kedubesnya di Baghdad. Namun hingga saat ini, belum ada pengumuman gamblang dari pihak resmi terkait rumor ini.

Dengan mengamati perkembangan terbaru di Irak dan fokus AS untuk membatasi ruang gerak al-Hashd al-Shaabi, dan di sisi lain, perseteruan terang-terangan AS dengan Poros Perlawanan Irak, tampaknya propaganda penutupan Kedubes AS menargetkan tujuan psy war terhadap Poros Perlawanan, juga meningkatkan tekanan terhadap sejumlah kelompok yang menentang pendudukan AS.

Meski tiada dasar logis untuk mengaitkan penutupan Kedubes AS di Baghdad dengan tuduhan serangan Poros Perlawanan ke tempat-tempat diplomatik, namun dalam beberapa bulan terakhir, poin ini menjadi agenda utama media dan politik AS. Kini di ambang berlangsungnya Pilpres, rumor ini akan dimanfaatkan demi kepentingan kampanye Donald Trump.

Ada sejumlah skenario terkait dengan propaganda yang digencarkan media-media AS ini:

Pertama, AS mengumumkan rencana penutupan Kedubesnya, yang kemudian akan ditentang oleh para pejabat Irak. Dalam situasi ini, maka Gedung Putih akan menganggap penentangan itu sebagai pertanda bahwa ”rakyat Irak menerima dan menyukai AS”.

Kedua, AS mengutarakan tekadnya untuk menutup Kedubes. Jika AS diminta untuk membatalkan tekadnya, maka ia akan menuntut sejumlah imbalan, di antaranya adalah ditingkatkannya tekanan atas para penentang AS.

Ketiga, AS benar-benar mewujudkan ancaman menutup Kedubesnya. Dengan tindakan ini, AS bisa “menonaktifkan dan membungkam” front anti-AS yang bisa membahayakan peluang kemenangan Trump di Pilpres. Jelas bahwa dalam masing-masing skenario di atas, yang paling diuntungkan oleh propaganda media ini adalah Trump sendiri.

Jika benar bahwa Dubes AS pada kemarin malam meninggalkan Kedubesnya di Baghdad dan menuju Konsulat AS di Arbil, maka tindakan ini bisa dipandang sebagai bentuk peringatan kepada Irak. Peringatan itu adalah bahwa jika keinginan Washington tidak dipenuhi, AS masih memiliki kawasan alternatif lain. Ancaman seperti ini sendiri sudah pernah dilakukan sebelumnya. Namun masih harus ditunggu apakah AS bisa meraih tujuannya dengan mengumbar ancaman ini ataukah tidak.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *