Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Rusia Kecam ‘Muka Dua’ Trio Eropa Sikapi Perjanjian Nuklir Iran

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Rusia mengecam negara-negara Eropa yang menjadi penandatangan dalam perjanjian nuklir 2015 karena mengaku tetap berkomitmen pada perjanjian tetapi ikut-ikutan menekan Iran, mengatakan masalah tersebut berakar pada langkah “destruktif” yang diadopsi Amerika Serikat.

Dalam sebuah komentar yang dipublikasikan melalui situs web Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Senin, Juru Bicara Maria Zakharova menyerang Inggris, Jerman dan Prancis karena mendukung resolusi anti-Iran, yang disahkan oleh Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pekan lalu.

“Jaminan dari kolega Inggris, Jerman, dan Prancis bahwa mereka berkomitmen terhadap Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada program nuklir Iran dan sedang mencari cara untuk meminimalkan efek negatif dari sanksi Amerika terhadap Iran berbeda dengan tindakan mereka untuk meningkatkan ketegangan di seputaran Program nuklir Iran di IAEA,” kata Zakharova.

Resolusi itu disahkan pada hari Jumat dengan 25 suara mendukung. Rusia dan China menentang, sementara tujuh negara; Azerbaijan, Pakistan, India, Mongolia, Afrika Selatan, Thailand, dan Nigeria, tercatat abstain.

Resolusi IAEA menyerukan Republik Islam untuk “sepenuhnya bekerja sama” dengan IAEA dan “memenuhi permintaan Badan tanpa penundaan lebih lanjut,” termasuk menyediakan akses “cepat” ke dua situs nuklirnya.

Zakharova menyatakan bahwa akses IAEA ke dua situs nuklir Iran dimungkinkan jika dilakukan dalam kerangka prosedur standar kerja sama.

“Bukan kebetulan bahwa resolusi pada akhirnya tidak didukung oleh negara-negara yang mewakili lebih dari setengah populasi dunia, termasuk dua anggota tetap Dewan Keamanan PBB (Rusia dan China),” kata Zakharova.

Diplomat Rusia itu juga menekankan bahwa Moskow dan Beijing sebelumnya telah memperingatkan para sponsor resolusi bahwa menyepakati hal tersebut justru akan menjadi kontraproduktif.

“Kami berulang kali mendesak agar tidak mendukung kebijakan tekanan maksimum pada Iran,” katanya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *