Sana’a Desak AS Embargo Senjata Agresor Saudi atas Kejahatan Perangnya di Yaman - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Sana’a Desak AS Embargo Senjata Agresor Saudi atas Kejahatan Perangnya di Yaman

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, seorang anggota Dewan Politik Tertinggi Yaman telah meminta Pemerintah AS yang baru untuk mengakhiri dukungan logistik terhadap koalisi pimpinan Saudi yang terlibat dalam kampanye militer mematikan melawan negara Yaman, dan sebaliknya memberlakukan embargo senjata terhadap Riyadh dan sekutunya atas kejahatan perang.

“Amerika harus menempatkan embargo pengiriman senjata, selain penerbangan dan dukungan logistik ke Arab Saudi dan aliansinya atas agresi terhadap Yaman. Ini layak ditinjau hingga 26 Februari”, tulis Mohammed Ali al-Houthi dalam sebuah posting yang diterbitkan di halaman Twitter resminya pada Selasa malam.

Pada Senin, Departemen Keuangan AS mengeluarkan lisensi pengesahan transaksi yang melibatkan gerakan Houthi Ansarullah Yaman untuk bulan depan, karena Washington sedang meninjau penetapan status “teroris” oleh pemerintahan mantan Presiden Donald Trump yang berlaku pada 11 Januari -sembilan hari sebelum Presiden AS, Joe Biden mulai menjabat.

Departemen Keuangan tampaknya mencoba meredakan ketakutan perusahaan dan bank yang terlibat dalam perdagangan komersial ke Yaman, yang sangat bergantung pada impor.

Houthi menambahkan bahwa aset Yaman apa pun yang dimiliki Washington adalah uang yang dibayarkan untuk memungkinkan koalisi agresor Amerika-Saudi-Emirat untuk terus membunuhi wanita dan anak-anak dan menjadikan negara itu kelaparan dan di ambang kehancuran.

Penetapan status “teroris” di menit terakhir pemerintahan Trump tampaknya merupakan upaya putus asa untuk meningkatkan tekanan pada gerakan Houthi yang populer setelah rezim Saudi gagal memenuhi tujuan tersebut kendati telah lebih dari lima tahun memerangi Yaman, terlepas dari semua dukungan yang diterimanya dari AS dan negara Barat lainnya.

Gerakan Houthi Ansharullah, yang didukung oleh Angkatan Bersenjata Yaman dan sekutu kelompok populer, telah berhasil mempertahankan Yaman dari agresi Saudi, membuat Riyadh dan sekutunya terjebak di wilayah tersebut.

Trump telah lama mengabaikan dan membela tindakan agresi koalisi pimpinan Saudi di Yaman untuk mendukung penjualan senjata yang menguntungkan kepada rezim di Riyadh.

Sedangkan Biden telah berjanji untuk “mengakhiri dukungan AS untuk perang Arab Saudi di Yaman”.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *