Sekjen Hizbullah: Israel Tidak Boleh Bertahan di Tanah Lebanon dengan Alasan Apa pun
POROS PERLAWANAN – Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Syekh Naim Qasim menegaskan bahwa tak satu pun serdadu Zionis yang boleh berada di tanah Lebanon.
Dilaporkan Fars, Syekh Naim Qasim pada hari Selasa 23 Juni mengumumkan dimulainya fase baru dalam sejarah Lebanon, Perlawanan, Militer, dan rakyat negara tersebut. Fase ini disebut sebagai fase “Kegagalan Proyek Israel”.
Syekh Qasim menyatakan bahwa medan pertempuran memiliki peran utama dalam kemenangan ini. “Jika bukan karena para syuhada, terutama pemuka syuhada umat (Sayyid Hasan Nasrallah), para korban luka, dan keluarga para syuhada, kita tidak akan mampu menggagalkan proyek ini,” kata Syekh Qasim.
Ia juga mengungkap proyek besar yang bertujuan untuk mengakhiri Hizbullah dari sisi militer, politik, budaya, sosial, dan kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa proyek pemusnahan Hizbullah dan seluruh Poros Perlawanan adalah bagian dari proyek Zionis “Israel Raya”.
Sekretaris Jenderal Hizbullah melanjutkan pernyataannya dengan mengatakan, satu-satunya jaminan bagi kebebasan tanah Lebanon adalah perlawanan terhadap pendudukan yang dilakukan oleh Militer, rakyat, dan Hizbullah. Ia menegaskan, Israel tidak akan mampu bertahan di medan tempur dan tidak dapat mencapai tujuannya, bahkan jika membutuhkan waktu yang lama.
Syekh Qasim menekankan, setiap kegagalan Hizbullah di lapangan akan membuat Israel melangkah lebih dekat menuju realisasi proyek Israel Raya. Ia juga menegaskan, Amerika sama sekali tidak bisa menjadi penjamin yang baik karena selalu memihak Israel.
“Kami telah bersabar selama 15 bulan. Kesabaran ini adalah bagian dari medan pertempuran. Jadi jangan berpikir bahwa bersabar berarti mundur. Itu adalah persiapan untuk perang karena kami telah mengambil keputusan secara pasti.”
Menurut Sekretaris Jenderal Hizbullah, tanggal 2 Maret adalah momen yang tepat untuk memulai perang dengan Israel. “Kami terjun ke medan perang dengan mengandalkan dukungan Iran. Kami berterima kasih kepada Iran dan menyebut mereka sebagai orang-orang yang paling terhormat di dunia.”
Syekh Qasim merujuk pada kekalahan Israel dalam perang baru-baru ini. Ia berkata bahwa Hizbullah serta rakyat Lebanon telah membayar harganya, namun mereka tetap bertahan.
“Apa yang kita inginkan adalah hak, tanah, dan kedaulatan kita,” ujarnya.
Ia menekankan perlunya penarikan Militer Israel dari tanah Lebanon dan menyatakan, “Penarikan ini harus dilakukan sesuai dengan jadwal waktu. Israel tidak memiliki pilihan selain mundur dari tanah Lebanon.”
“Tidak boleh ada sejengkal pun tanah Lebanon yang ditahan dengan alasan apa pun. Agresi darat, laut, dan udara harus dihentikan, Militer harus ditempatkan kembali, para tawanan harus kembali, rakyat harus kembali ke desa-desa mereka, dan pembangunan kembali harus dilakukan.”
“Kami akan bekerja sama dengan Militer Lebanon semaksimal mungkin dalam kerangka keamanan bersama. Namun Israel tidak boleh ikut campur dalam kesepakatan internal kami,” tandasnya.
