Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Menhan Pakistan Nilai Kesepakatan Iran-AS Persempit Ruang Manuver Politik Netanyahu

POROS PERLAWANAN — Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif menilai kemajuan diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat telah menciptakan tekanan politik baru bagi Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu. Menurutnya, keberhasilan implementasi kesepakatan yang sedang dirundingkan kedua negara dapat mengubah keseimbangan politik kawasan dan mempersempit ruang gerak Rezim Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Asif pada Senin 22 Juni di tengah berlanjutnya proses diplomasi antara Teheran dan Washington yang dimediasi Pakistan bersama sejumlah negara regional.

Menurut laporan Press TV, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad pada 18 Juni lalu. Dokumen yang memuat 14 poin itu menjadi landasan bagi negosiasi selama 60 hari ke depan guna mencapai kesepakatan komprehensif antara kedua negara.

MoU tersebut mencakup penghentian permusuhan di berbagai front konflik, termasuk Lebanon, pelonggaran bertahap sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, pengakhiran blokade maritim, serta pemulihan lalu lintas perdagangan melalui Selat Hormuz.

Dalam komentarnya, Asif menuduh Israel berupaya menghambat proses diplomasi yang sedang berlangsung. Menurutnya, tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat akan membawa dampak politik yang signifikan terhadap Netanyahu.

“Rezim Zionis sangat ingin menggagalkan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Tercapainya kesepahaman ini dapat menjadi akhir karier politik Netanyahu dan bahkan membuka jalan bagi pertanggungjawaban hukum terhadap dirinya,” ujar Asif.

Asif juga mengkritik dukungan negara-negara Barat terhadap Israel. Menurutnya, berbagai krisis kemanusiaan yang terjadi di Kawasan tidak dapat dilepaskan dari dukungan politik dan militer Barat yang terus diberikan kepada Tel Aviv.

Pernyataan tersebut muncul ketika Pakistan memainkan peran yang semakin menonjol dalam proses mediasi antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam beberapa bulan terakhir, Islamabad aktif mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan menempatkan stabilitas Kawasan sebagai salah satu prioritas kebijakan luar negerinya.

Asif selama ini dikenal sebagai salah satu pejabat Pakistan yang paling vokal mengkritik kebijakan Israel. Dalam sejumlah pernyataan sebelumnya, dia menuduh Netanyahu menggunakan eskalasi konflik regional untuk mengalihkan perhatian internasional dari situasi di Gaza dan Wilayah Palestina yang Diduduki.

Pemerintah Pakistan juga berulang kali mengecam operasi militer Israel di Kawasan serta menyatakan dukungannya terhadap hak Iran untuk mempertahankan kedaulatan dan keamanan nasionalnya.

Di tengah berlangsungnya negosiasi Iran-Amerika Serikat, perhatian kini tertuju pada implementasi MoU Islamabad dan kemampuan para pihak menjalankan komitmen yang telah disepakati. Hasil proses tersebut diperkirakan akan memengaruhi dinamika politik dan keamanan Timur Tengah dalam periode mendatang.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *