Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Serangan Dronenya Tewaskan Warga Sipil Irak, Amnesty Internasional Desak Koalisi AS Akhiri Penyangkalan dan Segera Bertanggungjawab

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, setidaknya dua warga sipil Irak dilaporkan tewas dalam serangan oleh pesawat tak berawak milik koalisi militer pimpinan AS yang konon dibentuk untuk melawan kelompok teroris Daesh Takfiri di provinsi utara Salahuddin.

Sebuah sumber keamanan, yang berbicara dengan identitas anonim, mengatakan pada jaringan televisi berbahasa Arab al-Sumaria bahwa warga sipil tewas di pinggiran kota Baiji, yang terletak sekitar 210 kilometer (130 mil) utara Baghdad pada Selasa malam ketika mereka sedang mengumpulkan puing-puing drone koalisi lain yang sebelumnya jatuh di sana.

Menurut kelompok pemantau Airwars, lebih dari 7.900 warga sipil diperkirakan telah tewas dalam serangan koalisi pimpinan-AS di Irak dan Suriah.

Kembali pada bulan April 2019, sebuah investigasi oleh para aktivis menyimpulkan bahwa lebih dari 1.600 warga sipil tewas dalam serangan yang dipimpin AS di kota Raqqa di Suriah utara saja selama operasi lima bulan yang konon katanya untuk menggulingkan Daesh pada 2017 lalu.

Amnesty International dan Airwars mengatakan mereka telah melakukan penyelidikan di 200 lokasi serangan dan mengidentifikasi 1.000 korban.

Mereka mendesak koalisi pimpinan AS untuk mengakhiri penyangkalan tentang kematian semacam itu dan segera bertanggungjawab.

Anggota parlemen Irak dengan suara bulat menyetujui sebuah RUU pada 5 Januari lalu, menuntut penarikan semua pasukan asing setelah pembunuhan AS terhadap Komandan Pasukan Quds dari Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran, Letnan Jenderal Qassem Soleimani bersama dengan Wakil Kepala PMU Irak, Abu Mahdi al-Muhandis dan rekan-rekan mereka.

Pemerintah Baghdad belum bertindak atas resolusi parlemen untuk mengusir pasukan asing di tengah laporan bahwa AS berupaya untuk memperpanjang masa tinggalnya di Irak.

Tags: