Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Saudi-Bahrain Dukung AS Perbarui Embargo Senjata Iran, Mousavi: Lelucon Pahit ‘Biang Teroris’ dan Negara ‘Pengobar Perang’ di Kawasan

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Iran mengatakan bahwa sangat ironis melihat negara-negara Arab pengobar perang di teluk Persia, dengan bangga berada di belakang upaya Washington untuk memperpanjang embargo senjata atas Republik Islam, menambahkan bahwa negara-negara tersebut perlu memahami bahwa bertekuk lutut pada AS tidak akan membuat Kawasan menjadi aman.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi pada hari Selasa bereaksi terhadap pernyataan anti-Iran yang dikeluarkan baru-baru ini oleh diplomat Saudi dan Bahrain bersama dengan Perwakilan Khusus AS untuk urusan Iran, Brian Hook.

“Sangat mengejutkan melihat negara-negara seperti Arab Saudi, yang dirinya sendiri adalah sumber (biang) terorisme, ekstremisme, dan ketidakstabilan di Kawasan dengan memberikan dukungan kepada kelompok-kelompok teroris seperti al-Qaeda dan Daesh selama bertahun-tahun, mengeluarkan tuduhan tak berdasar atas Republik Islam, yang membantu membebaskan negara-negara regional dari kejahatan teror semacam itu,” kata Mousavi.

“Ini adalah lelucon pahit bahwa negara-negara, yang telah lebih dari lima tahun menumpahkan darah ribuan orang Yaman, termasuk wanita dan anak-anak, mendukung permintaan oleh perwakilan AS, yang melakukan tur di wilayah [untuk mendapatkan dukungan] untuk perpanjangan embargo senjata di negara kita,” tambahnya.

Berbicara pada konferensi pers bersama Hook di Riyadh pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Saudi Adel al-Jubeir mengklaim bahwa Iran akan “menjadi lebih ganas dan agresif” jika larangan senjata dicabut.

“Kami mendesak masyarakat internasional untuk memperpanjang embargo penjualan senjata ke Iran dan pada kemampuan Iran untuk menjual senjata ke dunia,” kata Jubeir.

Kemudian pada hari itu, Hook melakukan perjalanan ke Manama, di mana ia mengeluarkan pernyataan bersama anti-Iran dengan Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif bin Rashid al-Zayani.

“Menyadari ancaman serius yang ditimbulkan oleh peredaran senjata Iran di kawasan itu, dan di Bahrain khususnya, Amerika Serikat dan Bahrain menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang embargo senjata terhadap Iran sebelum berakhir”, bunyi pernyataan itu.

Embargo senjata Iran -yang diberlakukan sejak 2006/2007- dijadwalkan berakhir pada 18 Oktober mendatang sesuai amanat Resolusi 2231 Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang bersumber pada kesepakatan nuklir 2015.

AS, yang secara sepihak menarik diri dari perjanjian nuklir pada Mei 2018, baru-baru ini mengedarkan rancangan resolusi di DK PBB untuk menjaga embargo itu tetap berlaku.

Namun, kekuatan pemegang hak veto Dewan Keamanan, Rusia dan China telah mengisyaratkan oposisi mereka terhadap proposal AS.

Tags: