Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Rusia

Sesuai Doktrin Militer Rusia, Jika Kapal Selam Amerika Nekat Luncurkan Rudal, Moskow Akan Balas dengan Serangan Senjata Nuklir

POROS PERLAWANAN – Kementerian Luar Negeri Rusia mengumumkan pada Rabu 29 April, bahwa setiap serangan rudal dari kapal selam AS akan dibalas serangan nuklir oleh Rusia.

Mengomentari tindakan AS yang mempersenjatai kembali kapal selam Trident-II dengan rudal nuklir berdaya rendah, Juru Bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova mengatakan, bahwa “setiap serangan Amerika akan ditanggapi dengan nuklir Rusia.”

“Ini konsisten dengan doktrin militer Rusia,” tegas Zakharova.

“Sebab kami telah menjelaskan berulang kali, kami menganggap langkah AS berbahaya, dan itu akan menyebabkan ketidakstabilan,” tambahnya.

Menlu Rusia, Sergey Lavrov menegaskan, “Produksi nuklir berdaya rendah menyebabkan hilangnya ambang nuklir, yang sangat berbahaya bagi seluruh dunia.”

Pada 17 April lalu, Juru bicara Kemenlu Rusia Maria Zakharova mengatakan, “Washington telah membuat tuduhan yang tidak masuk akal terhadap negara-negara lain di bidang pengendalian senjata, sementara AS sendiri menghindari pemenuhan kewajibannya, juga mengabaikan penyebutan sejumlah masalah riil paling serius dalam masalah ini.”

Sekadar informasi, Departemen Pertahanan AS pada 4 Februari mengumumkan distribusi “senjata nuklir berdaya rendah”, yang akan diluncurkan oleh kapal selam dengan kekuatan sekitar 5.000 ton, serta daya ledaknya sama dengan sepertiga dari bom nuklir yang digunakan Washington untuk meluluhlantakkan kota Hiroshima pada Agustus 1945 silam.

Wakil Sekretaris Menteri Pertahanan AS, John Rudd menjelaskan, “Angkatan laut AS telah mengerahkan hulu ledak rudal W76-2, sebuah senjata nuklir baru yang merupakan modifikasi dari W76-1 sebelumnya, serta digunakan untuk mempersenjatai kapal selam yang meluncurkan rudal Trident II:D-5. Dengan demikian, senjata baru itu tidak menambah jumlah total senjata nuklir AS.” Demikian dilaporkan CNN pada 5 Februari lalu.

Otoritas Keamanan Nuklir Nasional Departemen Energi AS merilis laporannya kepada Kongres bertajuk, “Shipyard inventory management and management plan” (Manajemen Inventaris Galangan Kapal dan Rencana Manajemen) pada Juli 2019.

Disebutkan di dalam laporan tersebut berbagai keuntungan dari amunisi nuklir berdaya rendah W76-2. Hulu ledak itu didesain untuk memberi efek jera, dapat dikendalikan sesuai ancaman yang muncul, juga memberikan kemampuan terjamin kepada AS untuk membalas segala jenis serangan dengan nuklir berdaya rendah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *