Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Iran

Berbekal Tuduhan Ganjil ‘Kirim Bantuan Tak Dikenal’ ke Venezuela, Pompeo Desak Sejumlah Negara Tolak Hak Terbang Maskapai Iran

POROS PERLAWANAN – Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada hari Rabu 29 April meminta kepada sejumlah negara untuk menolak hak terbang “Mahan Air”, sebuah maskapai penerbangan Iran, yang baru-bari ini dituduh telah menerbangkan “bantuan tak dikenal” kepada Pemerintah Venezuela.

Pompeo mengatakan saat konferensi pers di kantor Kementerian Luar Negeri AS, bahwa pesawat-pesawat Mahan Air, sebuah maskapai penerbangan RII terbesar, telah mengirimkan pasokan ke Pemerintah Venezuela, dalam beberapa hari terakhir.

“Penerbangan maskapai itu harus dihentikan,” kata Pompeo.

Dia meminta kepada sejumlah negara untuk mencegah hak terbang Mahan Air, sebagaimana mereka menolak hak pendaratan kepada maskapai-maskapai yang terkena sanksi.

Pompeo juga mengatakan, “Kami tidak akan mengizinkan Iran membeli senjata setelah 23 Oktober yang akan datang, karena tidak adanya resolusi PBB. Hal ini mengingat, bahwa China, Rusia dan negara-negara lain sedang bersiap menjual senjata ke Iran.”

Pompeo juga mengimbau negara-negara Eropa untuk mengambil posisi tegas, sesusai dengan kemampuan mereka saat ini. “Kita dapat bekerjasama dengan Dewan Keamanan PBB untuk memperpanjang periode boikot senjata-senjata itu,” ancamnya.

“Jika kami tidak bisa menjamin negara-negara lain bersama kami, maka AS akan meninjau setiap kemungkinan untuk bergerak maju, setelah itu,” tegas Pompeo.

Rezim AS terus saja menjatuhkan sanksi demi sanksi kepada Iran, kendati sedang dalam kondisi krisis pandemi Corona. Negeri penjajah itu juga memberlakukan langkah-langkah ketat serupa pada Venezuela dalam upaya melengserkan Presiden Nicholas Maduro dari kekuasaan.

Seorang pejabat Venezuela mengatakan pekan lalu, bahwa negaranya telah menerima alat-alat untuk industri penyulingan minyak, melalui pengiriman udara dari Iran, untuk mengaktifkan kembali Kilang Kardon, yang akan digunakan memproduksi bensin.

Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, bahwa Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan kepada Presiden Venezuela, via percakapan telepon, bahwa “Sanksi AS kepada Iran dan Venezuela adalah ilegal dan melanggar hukum internasional.”

Dalam sejarahnya, AS juga memberlakukan sanksi terhadap perusahaan Tamahan, pada 2011, karena tuduhan mendukung secara finansial dan non-finansial kepada Garda Revolusi Islam di Iran.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *