Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Siapa yang Diuntungkan oleh Tragedi Beirut?

Siapa yang Diuntungkan oleh Tragedi Beirut?

POROS PERLAWANAN – Kejadian ledakan hebat di pelabuhan Beirut Selasa 4 Agustus telah menimbulkan kerugian besar, baik materi maupun nonmateri. Hingga Rabu malam, korban jiwa dilaporkan telah mencapai 135 orang, sementara korban luka berjumlah lebih dari 5000 orang.

Seorang analis masalah Timteng, Reza Sadrolhoseini, dalam wawancara dengan Fars membahas pihak-pihak mana yang mendapat keuntungan dari tragedi di Ibu Kota Lebanon tersebut.

“Apa pun penyebab tragedi ini bisa dikaji dari berbagai aspek. Namun yang penting adalah pihak-pihak yang diuntungkan oleh bencana ini,” kata Sadrolhoseini.

“Dengan melihat perkembangan dalam satu tahun terakhir di Lebanon, yaitu upaya Segitiga Arab, Ibrani, dan AS untuk mengacaukan negara ini dan memicu kerusuhan, saat ini Washington dan Tel Aviv adalah pihak yang paling diuntungkan. Terutama setelah gugurnya seorang personel Hizbullah di Suriah akibat serangan udara Israel dan rencana pembalasan keras Hizbullah.”

“Keuntungan jangka pendek yang diperoleh Israel adalah tertundanya pembalasan Hizbullah untuk sementara waktu,” paparnya.

“Selama lebih dari setahun terakhir, Rezim Zionis berkutat dengan banyak problem. Pemerintah ringkih Israel tak tahan melihat negara seperti Lebanon dalam keadaan stabil. Sebab itu, Israel berupaya dengan segala cara untuk mengacaukan stabilitas dan kedamaian di Lebanon,” imbuh Sadrolhoseini.

Menurutnya, upaya pengacauan stabilitas Lebanon ini telah dimulai Rezim Zionis dari bidang ekonomi. Tampaknya, kata Sadrolhoseini, kini Israel telah memasuki fase baru, yaitu menciptakan ketidakamanan agar bisa menekan Lebanon lebih dari sebelumnya.

“Harus diingat bahwa dalam situasi sekarang, hal terpenting adalah menjaga soliditas rakyat Lebanon, serta kerja sama Poros Perlawanan, terutama Republik Islam Iran,” tandasnya.

“Kegagalan mereka (AS dan Israel) dalam proyek kerusuhan selama setahun terakhir adalah hal penting. Kebuntuan mereka dalam hal ini, juga kesolidan internal di Lebanon, membuat mereka beralih dari tekanan ekonomi ke tekanan keamanan.”

“Tekanan keamanan ini juga akan memunculkan problem ekonomi, sebab cadangan gandum dan bahan pangan dalam jumlah besar ada di pelabuhan Beirut. Sebagian besar dari cadangan itu musnah dalam ledakan. Sebab itu, Lebanon sangat membutuhkan bantuan internasional,” pungkasnya.

Menurut laporan al-Alam, bantuan kemanusiaan Republik Islam Iran untuk Lebanon telah tiba di Beirut pada Kamis dini hari tadi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *