Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Tak Butuh Veto, Resolusi Anti-Iran Bikinan AS Kalah Telak di Sidang Dewan Keamanan PBB

Tak Butuh Veto, Resolusi Anti-Iran Bikinan AS Kalah Telak di Sidang Dewan Keamanan PBB

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, media-media mengabarkan bahwa resolusi yang diajukan AS untuk memperpanjang embargo senjata Iran gagal mendapat dukungan.

Jurnalis CBS di PBB melaporkan, pemungutan suara di sidang menghasilkan 11 suara abstain, 2 suara mendukung, dan 2 suara menolak. AS dan Republik Dominika adalah pihak pendukung, sementara Rusia dan China adalah pihak yang menolak.

Pasca kegagalan ini, Menlu AS Mike Pompeo dalam statemennya menuding Dewan Keamanan “gagal menjalankan tugas untuk menjaga keamanan internasional”.

Menurut Pompeo, Dewan Keamanan telah mengabaikan permohonan banyak negara di Timur Tengah “yang terancam oleh Iran”.

“Israel juga telah mengajukan permintaan ini (perpanjangan embargo) kepada Dewan Keamanan. Tujuannya adalah supaya Iran tidak bisa mengembangkan serta memperbarui gudang persenjataannya,” kata Pompeo.

Ia lalu menyatakan, AS tidak akan meninggalkan sahabat-sahabatnya di Timur Tengah, yang sebenarnya berharap banyak kepada Dewan Keamanan. Pompeo menyebut Washington akan terus menghalangi Iran “membeli atau menjual senjata yang mengancam Eropa, Timur Tengah, dan belahan dunia lain”.

Menanggapi statemen Pompeo, Wakil Iran di PBB, Majid Takht Ravanchi, menyebut AS sejak dahulu berupaya mengesankan Iran sebagai ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional.

“Apakah ada argumentasi hukum atau bukti nyata untuk tindakan ini? Apakah ekspor dan impor senjata Iran bisa disebut sebagai ancaman untuk perdamaian dan keamanan internasional? Apa sebenarnya tujuan utama AS dari tindakan ini?” tanya Ravanchi.

Ravanchi lalu menyinggung hasrat tak terpuaskan AS dalam mengeskpor senjata ke Timur Tengah, juga nafsu berlebihan para sekutu Washington dalam mengimpor senjata.

“Dari tahun 2015 hingga 2019, Saudi mengimpor 12 persen dari total ekspor senjata dunia dan menjadi importir terbesar senjata di dunia. 75 persen darinya adalah senjata-senjata AS,” beber Ravanchi.

Rusia menyebut usulan AS ini bertentangan dengan Resolusi 2231 Dewan Keamanan, yang secara jelas menyebutkan bahwa perubahan dalam kalender embargo hanya bisa dibuat atas kemufakatan Komisi Gabungan JCPOA. Sebab itu, karena AS sudah keluar dari JCPOA, Washington tidak punya hak apa pun untuk mengubahnya.

China dalam statemennya menyatakan, penolakan Dewan Keamanan PBB terhadap usulan AS membuktikan bahwa “unilateralisme pasti gagal”. Wakil China menegaskan, setiap upaya untuk mengedepankan kepentingan pribadi di atas kepentingan internasional pasti akan menemui jalan buntu.

Tags: