Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Iran

Tanggapi Kebakaran Dahsyat di Kapal Induk AS, Komandan Pasukan Quds: Hari-hari Berat Menanti AS-Israel

Tanggapi Kebakaran Dahsyat di Kapal Induk AS, Komandan Pasukan Quds: Hari-hari Berat Menanti AS-Israel

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, Komandan Pasukan Quds IRGC, Esmail Qaani menanggapi kebakaran yang terjadi sejak Minggu lalu di kapal induk USS Bonhomme Richard.

“Apa yang terjadi di AS sekarang, terutama insiden di kapal induk AS, adalah buah dari perilaku dan kejahatan Pemerintah AS. Tuhan telah berjanji bahwa siapa pun yang berbuat zalim akan mendapatkan azab-Nya. AS menjadi sasaran murka dan azab Tuhan karena mereka telah melakukan kezaliman dan mengubah firman-firman-Nya,” kata Qaani.

“Percuma saja AS mencari-cari kambing hitam dan menuduh pihak-pihak lain. Ini adalah api yang dinyalakan oleh mereka sendiri dan kini telah mengurung mereka. Kita katakan kepada mereka, bahwa kejadian ini adalah balasan atas kejahatan kalian, yang dilakukan oleh para antek kalian. Tuhan telah membalas kalian dengan tangan-tangan kalian sendiri,” lanjutnya.

Ditujukan kepada Pemerintah AS, Qaani berkata, “Saat ini masih merupakan ‘hari-hari indah’ kalian. Namun hari-hari dan peristiwa-peristiwa berat menanti kalian dan Rezim Zionis.”

Dilansir Fars, meski kebakaran di USS Bonhomme Richard sudah terjadi sejak beberapa hari lalu, hingga kini api masih menyala dan penyebabnya belum diketahui. Menurut New York Times, ini adalah kebakaran terburuk yang pernah menimpa sebuah kapal perang AS di luar medan tempur.

Api telah menghancurkan halauan kapal induk tersebut. Para perwira Angkatan Laut AS mengatakan, ada “neraka” tercipta di bagian bawah kapal yang panas apinya mencapai 538 derajat Celcius.

Insiden ini telah mencederai 59 orang, meliputi 36 awak kapal dan 23 warga sipil. Mereka menjalani perawatan setelah mengalami luka bakar dan menghirup asap.

Perhatian kini tertuju kepada nasib kapal dan dampak asap tebal kebakaran itu terhadap warga di sekitar pangkalan San Diego.

Media-media AS memberitakan, api yang besar dan menyebar dengan cepat jauh lebih membahayakan bagi kapal-kapal perang daripada rudal musuh. Sebab itu, mereka yang mengabdi di Angkatan Laut AS mesti menjalani pelatihan pemadaman kebakaran.

Jubir Angkatan Laut AS di Samudera Pasifik, Laksamana Muda Philip Sobeck menyatakan, lantaran air yang digunakan untuk memadamkan api menggenang di salah satu sudut kapal, kini kapal tersebut membengkok ke sudut tersebut. Sobeck menjelaskan, api telah merusak semua bagian luar kapal. Namun dia tidak bisa menjawab perihal kerusakan yang menimpa tubuh kapal.

Tags: