Loading

Ketik untuk mencari

Arab Saudi

Tayangan Drama Seri Umm Haroun di TV Saudi Hanya ‘Teater Politik’ Pro Zionis dan Pengkhianatan Nyata Atas Perjuangan Palestina

e71428cf4-1.jpg

POROS PERLAWANAN – Pimpinan Legislatif Palestina mengatakan, bahwa langkah-langkah Saudi untuk menormalisasi hubungan dengan Rezim penjajah Zionis Israel, apakah itu berbentuk karya-karya artistik, semuanya adalah bagian dari skema mempersiapkan lingkungan regional dan pertunjukan “teater politik” untuk proses pencaplokan atau aneksasi wilayah Tepi Barat dan tempat-tempat suci, guna memuluskan proposal Deal of Century (Kesepakatan Abad ini) yang sedang dirancang pelaksanaannya.

Seorang Wakil DPR Palestina, Mahmoud Al-Zahhar menekankan, bahwa “karya-karya artistik yang dicetak bersama rezim Zionis merupakan penyimpangan atas kepercayaan dan nasib bangsa Arab dan Islam, selain tentu, hal itu berarti mengakui normalisasi hubungan dengan melanggar fondasi negara.”

Al-Zahhar membacakan pernyataan Pimpinan Dewan dalam sebuah konferensi pers, bahwa “upaya para produser untuk menembus benteng negara dan jalinannya yang tak tertembus melalui gerbang politik, ekonomi, keamanan, seni, budaya dan media, semuanya adalah upaya yang ditakdirkan untuk gagal.”

“Apa yang disajikan dalam beberapa program televisi atau serial-serial, semuanya membalikkan fakta-fakta konflik dengan rezim pendudukan, mendistrosi fakta sejarah, dan itu konsisten dengan narasi Zionis yang menyesatkan, mengingat betapa seriusnya tantangan dan serangan yang dihadapi bangsa Palestina saat ini,” lanjut pernyataan itu.

Al-Zahhar juga memperingatkan bahwa “normalisasi ini datang sehubungan dengan rencana mempersiapkan lingkungan regional dan teater politik untuk mewujudkan aneksasi sebagian besar wilayah Tepi Barat dan tempat-tempat suci dalam bingkai Deal of Century, yang hari-hari ini sedang diupayakan implementasinya, melalui koordinasi penuh antara rezim Zionis dan Pemerintah AS, juga keterlibatan beberapa rezim Arab.”

Dewan Legislatif Palestina, melalui wakilnya Al-Zahhar meminta kepada parlemen-parlemen Arab dan Islam untuk membuat undang-undang yang ketat, dan mengkriminalisasi semua bentuk upaya normalisasi dengan rezim Zionis, menghukum dan menuntut pertanggungjawaban pihak-pihak yang terlibat dalam kejahatan ini, yang mengadopsi narasi palsu rezim Zionis, juga mengeluarkan keputusan mendesak untuk menghentikan semua upaya dan tindakan normalisasi.

Seperti diketahui, Arab Saudi melalui saluran MBC menayangkan serial TV baru bertajuk Umm Haroun yang kontroversial selama bulan Ramadan. Serial itu mengisahkan kehidupan orang-orang Yahudi di Teluk Persia di era tahun 1949-an.

Serial yang disutradarai oleh Ahmed Gamal Al-Adl dari Mesir ini dibintangi oleh aktris Kuwait yang berperan sebagi seorang bidan Yahudi asal Turki, tinggal di Teluk Persia sebelum akhirnya menetap di Palestina yang terjajah.

Serial ini memicu protes di seluruh wilayah Arab, meski memeroleh sambutan baik di kalangan masyarakat Saudi.

Gerakan Poros Perlawanan Hamas mengkritik penayangan serial itu dalam sebuah pernyataan, bahwa “ini adalah upaya politik untuk memperkenalkan proyek Zionis kepada warga Teluk.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *