Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Tebar Islamofobia, Kelompok Radikal Kanan Inggris Sebut Muslim Rawan Tularkan Corona dari Masjid Saat Ramadan

Tebar Islamofobia, Kelompok Radikal Kanan Inggris Sebut Muslim Rawan Tularkan Corona dari Masjid Saat Ramadan

POROS PERLAWANAN – Kekhawatiran bahwa suara-suara kelompok radikal kanan akan memicu Islamofobia di Inggris terus meningkat, menyusul statemen dari seorang jurnalis Inggris bahwa Corona bisa semakin menyebar di bulan Ramadan.

Jurnalis Daily Mail, Andrew Pierce pada hari Minggu 12 April dalam laman Twitter-nya mencuit, ”Jika keluarga-keluarga (Muslim) berkumpul (di masjid) selama bulan Ramadan, penyebaran Covid-19 akan melonjak tajam. Ini membuat para dokter sangat khawatir”.

Dilansir al-Alam, cuitan Pierce memicu kritik keras akademisi, jurnalis, dan aktivis Inggris. Mereka mengecamnya karena mengutarakan klaim-klaim tak berdasar.

Dalam sebuah tulisan di harian Sun pada hari yang sama, juga ada upaya untuk mempermainkan emosi masyarakat dengan cara serupa. Sun menulis, berkumpulnya kaum Muslim pada bulan Ramadan akan menyebabkan penularan Corona. Tulisan itu diberi judul “Para Pakar Mencemaskan Lonjakan Penularan Corona di Bulan Ramadan.”

Miqdaad Versi adalah salah seorang yang mengkritik statemen-statemen tak berdasar tersebut. Juru bicara Dewan Muslim Britania itu mengatakan kepada al-Jazeera, sangat penting untuk melawan opini radikal kanan ini, yang mengesankan Muslimin sebagai ancaman bagi masyarakat Inggris.

“Kami sudah menyaksikan kabar-kabar dusta ini semenjak awal pandemi. Kabar-kabar bahwa masjid-masjid tetap dibuka, Muslimin tetap berkumpul, dan bahwa mereka akan tetap mengadakan pertemuan di bulan Ramadan tanpa memedulikan imbauan pemerintah,” kata Versi.

Versi mengingatkan, 5 dokter Inggris yang menjadi korban pertama Corona dari kalangan medis adalah orang-orang Muslim. Ia menegaskan, pihak-pihak yang mengarang kabar-kabar di atas berusaha untuk menghapus pengorbanan dokter-dokter Muslim yang berjuang di garis terdepan melawan Corona itu.

Menurut Versi, kabar-kabar ini bukan hanya keliru dan membahayakan, tapi juga mempertanyakan jasa Muslimin yang telah berkorban dan berinisiatif untuk membantu orang-orang yang rentan di hadapan wabah.

Menurut laporan organisasi Tell Mama (yang mengamati serangan atas Muslimin), pada bulan Maret lalu ada sekitar 12 isu yang merugikan Muslimin di Inggris. Kelompok-kelompok radikal kanan menggulirkan teori konspirasi bahwa Muslimin adalah dalang di balik pandemi Corona di Inggris. Mereka juga menyebarkan fitnah-fitnah terhadap Muslimin di medsos.

Di tengah wabah Corona di Inggris, kaum Muslim di negara itu melakukan sejumlah aksi kemanusiaan. Di antaranya adalah menyediakan APD bagi para awak medis, memberikan makanan kepada komunitas miskin, dan membantu keluarga-keluarga yang tak bisa membiayai pemakaman kerabatnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *