Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Teheran: IAEA Tak Bisa Lagi Akses dan Transfer Data Kamera Pantau Situs Nuklir Iran

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mengatakan bahwa Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tidak akan lagi dapat mengakses gambar situs nuklir Iran karena kesepakatan pemantauan dengan Badan Nuklir PBB telah berakhir.

“Mulai 22 Mei bertepatan dengan berakhirnya perjanjian tiga bulan, Badan tersebut (IAEA) tidak akan memiliki akses ke data yang dikumpulkan oleh kamera di dalam fasilitas nuklir yang disepakati berdasarkan perjanjian, dan tidak dapat mentransfernya,” kata Qalibaf kepada parlemen, Minggu.

Dia mengatakan Majelis sepenuhnya memutuskan untuk menerapkan Rencana Aksi Strategis untuk Melawan Sanksi, yang menugaskan Pemerintah untuk menangguhkan komitmen tambahan di bawah kesepakatan nuklir 2015.

Keputusan tersebut, kata Qalibaf, didukung oleh Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei.

“Diskusi diadakan dan keputusan dibuat kemarin. Undang-Undang yang disahkan oleh Parlemen akan dilaksanakan. Pemimpin Tertinggi (Sayyid Ali Khamenei) telah menggarisbawahi pentingnya masalah ini juga,” kata Qalibaf.

Desember lalu, anggota parlemen Iran dengan suara terbanyak mendukung Rencana Aksi Strategis untuk Melawan Sanksi.

Undang-Undang tersebut menugaskan Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) untuk memproduksi dan menyimpan setidaknya 120 kilogram uranium yang diperkaya dengan tingkat kemurnian 20 persen setiap tahun dan meningkatkan pengayaan melebihi 20 persen sesuai dengan kebutuhan negara.

Pada Februari, Iran dan IAEA mencapai pemahaman teknis yang Iran setuju untuk memasang kamera di situs nuklirnya selama tiga bulan sebagai isyarat niat baik, menunggu untuk melihat apakah pihak lain dalam kesepakatan nuklir dapat membawa AS kembali ke kepatuhan penuh dengan kesepakatan.

Batas waktu itu berakhir pada Sabtu, dengan prospek membawa Washington kembali mematuhi Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA, tampak tidak pasti.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, yang merupakan Kepala Delegasi Iran untuk pembicaraan Wina, mengatakan kepada saluran NHK Jepang pada Jumat bahwa Republik Islam dapat mempertimbangkan untuk memperpanjang kesepakatan dengan IAEA mengenai inspeksi situs nuklirnya.

Tags: