Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Tepis Rumor Perebutan Pengaruh, Sekjen Hizbullah Sayyid Hasan Nasrullah Tegaskan Front Pembela Suriah Tetap Solid

Tepis Rumor Perebutan Pengaruh, Sekjen Hizbullah Sayyid Hasan Nasrullah Tegaskan Front Pembela Suriah Tetap Solid

POROS PERLAWANAN – Sekjen Hizbullah dalam pidatonya hari Rabu 13 Mei membahas sejumlah perkembangan regional terakhir, terutama yang berhubungan dengan Suriah.

Sayyid Hasan Nasrullah menjelaskan, perang di Suriah bukan disebabkan UUD atau sistem pemerintahannya. Menurutnya, sebab utamanya adalah karena Suriah tidak mau tunduk di hadapan hegemoni AS dan Barat.

“Bagi AS dan Barat, tidak ada masalah Bashar Assad tetap menjadi presiden, selama ia mengubah pendiriannya sesuai yang diinginkan mereka. Masalah di Suriah bukan karena figur tertentu atau struktur pemerintahannya, namun karena Damaskus berada di luar hegemoni AS serta memiliki minyak, gas, dan kedaulatan politik,” paparnya.

Sayyid Nasrullah menilai, Suriah bukan negara lemah, miskin, atau terpinggirkan. Tapi merupakan negara yang memiliki posisi sentral di Dunia Arab. Musuh-musuh menghendaki Suriah tunduk kepada hegemoni AS, mengakui Israel, serta melupakan Quds dan Palestina.

“Hizbullah dan saudara-saudara kita di Iran memahami kondisi Suriah dan tujuan utama perang global versus Suriah. Sebab itu, Hizbullah dan Iran segera bertindak,” kata Sayyid Nasrullah.

“Kami mengetahui konsekuensi dari keputusan (membantu Suriah) ini. Kami sadar harga nyawa dan materi yang mesti dibayarkan. Kami juga tahu bahwa Hizbullah akan menjadi target serangan media dan politis untuk didiskreditkan,” lanjutnya.

Sekjen Hizbullah menyatakan, risiko jika Hizbullah tidak pergi ke Suriah adalah terancamnya Palestina, Lebanon, Suriah, dan isu-isu penting regional. Hal inilah yang membulatkan tekad Hizbullah untuk membantu Damaskus.

Sekjen Hizbullah juga menepis sejumlah rumor soal perebutan pengaruh antara Iran dan Rusia di Suriah. Beliau menegaskan, Iran tidak terlibat dalam perang pengaruh di negara itu, baik dengan Rusia atau pihak mana pun.

Sayyid Nasrullah juga membantah tudingan intervensi Teheran di Suriah. Iran, menurutnya, hanya menginginkan agar Suriah tetap bisa teguh melawan hegemoni AS.

“Barangkali ada perbedaan pendapat antara para sekutu di Suriah terkait suatu isu. Namun itu tidak memicu pertikaian untuk berebut pengaruh. Saya meyakinkan para pendukung Poros Perlawanan, bahwa di Suriah tidak ada yang disebut perebutan pengaruh. Dengan demikian, tak seorang pun bisa mengklaim bahwa front pembela Suriah sudah mulai kendur,” tegasnya.

Sekjen Hizbullah menilai, Israel sangat mencemaskan Suriah pasca krisis. Sebab, negara yang mampu bertahan setelah dikeroyok banyak negara, kemudian sanggup mengembangkan kekuatannya, akan menjadi unggulan di Kawasan dan perang-perang mendatang.

Tags: