Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Terbongkar, Konspirasi dan Manipulasi Intelijen AS Diskreditkan Iran dan China Demi Layani Kepentingan Trump

Terbongkar, Konspirasi dan Manipulasi Intelijen AS Diskreditkan Iran dan China Demi Layani Kepentingan Trump

POROS PERLAWANAN – Mantan Kepala Intelijen Departemen Keamanan Domestik AS, Brian Murphy menyatakan ia dipaksa oleh atasannya untuk memanipulasi laporan intelijen demi kepentingan Donald Trump.

Dikutip Fars dari New York Times, Murphy dalam surat pengaduannya melaporkan bahwa Chad F.Wolf pada bulan Mei lalu menyuruhnya untuk menyusun laporan terkait “intervensi Iran dan China di AS.” Murphy menyatakan, instruksi ini diberikan langsung oleh Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Robert O’Brien.

Murphy mengaku ia menolak instruksi ini. Ia berpendapat, tindakan ini akan menempatkan AS dalam bahaya yang cukup besar. Lantaran membangkang, jabatan Murphy pun diturunkan pada bulan Juli lalu.

Dalam pengaduannya, Murphy mengungkap dirinya juga disuruh orang penting kedua di Departemen Keamanan Domestik AS, Kenneth Cuccinelli, untuk memodifikasi laporan soal kelompok supremasi kulit putih. Tujuannya adalah untuk mengesankan bahwa ancaman kelompok rasis ini tidak begitu besar.

Murphy juga disuruh untuk menyusun laporan tentang “kelompok-kelompok sayap kiri.” Namun ia menolaknya, karena menilai bahwa instruksi ini adalah sensor atas analisis dan manajemen tidak sehat atas sebuah program intelijen.

Orang-orang Demokrat di Komite Intelijen DPR AS telah meminta Murphy untuk memberi kesaksian pada 21 September mendatang.

Dalam laporannya, Murphy menyebut instruksi para atasannya sebagai tindakan ilegal dan penyalahgunaan kekuasaan. Namun Jubir Gedung Putih, Sarah Matthews membantah semua tudingan ini.

Menurut Murphy, setelah ia menolak instruksi atasannya, Departemen Keamanan Domestik AS memublikasikan laporan yang menuding Iran dan China berupaya mengintervensi Pilpres AS mendatang.

Badan-badan Intelijen AS pada bulan lalu mengklaim, Rusia lebih memilih Trump kembali memenangkan Pilpres. Sementara Iran dan China menghendaki kekalahan Trump pada November nanti.

Tags: