Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Terbongkar, Saran Konyol Trump Cuci Paru-paru Pasien Corona dengan Cairan Pemutih Ternyata Berawal dari Saran Makelar Produk Disinfektan

Terbongkar, Saran Konyol Trump Cuci Paru-paru Pasien Corona dengan Cairan Pemutih Ternyata Berawal dari Saran Makelar Produk Disinfektan

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, sebuah harian terbitan Inggris membeberkan rahasia di balik omongan aneh Donald Trump soal pengobatan Covid-19.

Sebelum ini, Trump menyarankan untuk menyuntikkan cairan disinfektan ke tubuh pasien yang terpapar Corona.

Menurut laporan Guardian, beberapa pekan lalu Trump menerima surat dari Mark Grenon. Grenon sendiri adalah makelar produk cairan pemutih dan disinfektan.

Grenon juga ketua salah satu kelompok yang aktif mempromosikan dua produk tersebut sebagai “obat mukjizat” untuk menangani virus Corona.

Dalam suratnya, Grenon menyatakan, ”klorin dioksida adalah bahan pemusnah racun yang sangat mengagumkan. Bahan ini bisa melenyapkan 99 persen faktor pemicu penyakit dalam tubuh manusia.”

Grenon dalam suratnya kepada Trump menulis bahwa “bahan ini bisa menyelamatkan manusia dari Covid-19.”

Beberapa hari setelah menerima surat Grenon, Trump dalam sebuah wawancara televisi mengatakan, bahan disinfektan bisa digunakan untuk melenyapkan virus Corona.

“Bahan disinfektan bisa memusnahkan virus Corona dalam satu menit. Hanya dalam satu menit! Adakah cara agar kita bisa menyuntikkan cairan disinfektan ke dalam tubuh, atau mencuci (paru-paru) dengannya? Menarik untuk kita coba,” ujar Trump pada Kamis 23 April lalu.

Trump tidak menyebutkan referensi untuk sarannya tersebut. Namun harian Guardian melaporkan, dalam beberapa hari terakhir para makelar bahan disinfektan berupaya langsung mendekati Presiden AS itu.

Menurut harian Inggris ini, Grenon menyebut dirinya sebagai pemimpin sebuah gereja di Florida. Namun pada hakikatnya, kelompok Grenon adalah produsen dan distributor terbesar klorin dioksida. Dalam iklan-iklannya, ia mengklaim bahwa bahan ini memusnahkan 99 persen penyakit.

Sebelum ini, Trump pernah mengusulkan obat-obat tak lazim untuk mengatasi Corona. Di antaranya adalah saran untuk menggunakan chloroquine dan hydroxychloroquine.

Saran Trump tersebut kontan ditolak mentah-mentah oleh Uni Eropa. Menurut Uni Eropa, obat-obatan itu memiliki efek samping fatal dan bisa saja menghilangkan nyawa pasien.

Dalam statemen yang dirilis European Medicines Agency (EMA) pada hari Kamis 23 April lalu, disebutkan bahwa dua obat yang dibuat di AS dan beberapa negara lain untuk perawatan pasien Covid-19 tidak menunjukkan fungsi medis. Oleh karena itu, obat-obatan ini tidak boleh digunakan kepada manusia, apalagi digunakan untuk program darurat nasional.

“Studi terbaru melaporkan masalah irama jantung yang serius, dalam beberapa kasus fatal, dengan penggunaan chloroquine atau hydroxychloroquine, terutama ketika dikonsumsi dengan dosis tinggi atau dalam kombinasi dengan antibiotik azithromycin,” demikian dinyatakan EMA di Amsterdam.

Tags: