Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump Membual ‘Dapat Nilai Tinggi Tes IQ’, Gedung Putih Tolak Ungkap Kapan Waktu Tes dan Rilis Hasilnya ke Publik

Trump Membual 'Dapat Nilai Tinggi Tes IQ', Gedung Putih Tolak Ungkap Kapan Waktu Tes dan Rilis Hasilnya ke Publik

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Presiden AS Donald Trump baru-baru ini mengaku, dia telah menjalani tes IQ dan mendapatkan nilai tinggi, sehingga “membuat dokter takjub.”

Dalam wawancara dengan stasiun televisi kesayangannya, Fox News, Trump mengangkat klaim ini sebagai kampanye untuk Pilpres mendatang. Dia menyatakan, rivalnya, Joe Biden, juga harus menjalani tes tersebut.

“Saya sudah melakukan tes IQ baru-baru ini. Ketika … ketika orang-orang radikal sayap kiri mengatakan apakah dia (Trump) punya otak dan kecerdasan, saya membuktikan bahwa saya memiliki kecerdasan, sebab saya mendapat nilai tinggi dalam tes tersebut,” ujar Trump dengan kalimat-kalimat terputus dan kata-kata yang diulang, yang menjadi ciri khas bicaranya.

“Dia (Biden) harus melakukan tes ini juga. Ini tes yang sangat standar. Saya melakukannya di Walter Reed di hadapan para dokter, dan mereka sangat terkejut. Mereka bilang, ‘Ini sungguh sulit dipercaya. Jarang ada orang seperti Anda,’” lanjut Trump.

Meski demikian, Jubir Gedung Putih tidak memberitahu kapan Trump melakukan tes tersebut. Dia juga tidak menjawab pertanyaan jurnalis kapan hasil tes itu akan dirilis ke publik.

Baru-baru ini, keponakan Trump membongkar sisi-sisi kepribadian Presiden AS itu dalam buku berjudul “Too Much and Never Enough: How My Family Created the World’s Most Dangerous Man”.

Mary Trump, yang merupakan seorang psikolog klinis, menyatakan bahwa pamannya memiliki 9 gejala gangguan kepribadian narsistik. Ia menambahkan, label ini belum mengungkap semua problem kejiwaan yang diidap Presiden AS tersebut.

Pekan lalu, seorang hakim di Negara Bagian New Jersey memvonis penghentian sementara publikasi buku Mary Trump ini. Vonis ini dijatuhkan atas permintaan Robert Trump, adik Donald Trump dan paman Mary.

Robert mengklaim, publikasi buku ini melanggar kesepakatan yang ditandatangani keponakannya pada 2001 lalu. Berdasarkan kesepakatan itu, Mary berjanji tidak akan membocorkan informasi tentang keluarganya.

Tags: