Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Wajah Hipokrit Inggris, Minta Maaf Diam-diam ke Riyadh Usai Sanksi Pejabat Saudi yang Langgar HAM

Wajah Hipokrit Inggris, Minta Maaf Diam-diam ke Riyadh Usai Sanksi Pejabat Saudi yang Langgar HAM

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, setelah Kementerian Luar Negeri Inggris menjatuhkan sanksi atas sejumlah pejabat Saudi, Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, berusaha menghibur hati Riyadh.

Menurut laporan harian The Independent, Wallace pada hari Rabu 8 Juli lalu menelepon Wakil Menteri Pertahanan Saudi, Khalid bin Salman bin Abdulaziz, atas sanksi-sanksi yang dijatuhkan Pemerintah Inggris. Meski demikian, permintaan maaf ini tidak diumumkan secara terbuka oleh London.

Namun kesempatan ini dimanfaatkan Saudi Press Agency (SPA), yang segera memublikasikan berita ini. SPA dalam laporannya menulis, ”Yang Mulia Pangeran Khalid bin Salman bin Abdulaziz (Wakil Menteri Pertahanan) pada hari Rabu kemarin mendapat telepon dari Menteri Pertahanan Inggris Mr. Ben Wallace.”

“Dalam perbincangan telepon ini, kedua pihak membahas kerja sama antara dua negara dalam masalah pertahanan dan upaya-upaya untuk memperkuat keamanan regional dan internasional,” lanjut SPA.

SPA mengklaim, Wallace menyampaikan apresiasi Inggris atas peran Saudi “dalam menghadapi ancaman atas stabilitas regional.”

Menteri Pertahanan Inggris juga mengungkap hasrat negaranya untuk memperkuat hubungan pertahanan antara dua negara sahabat ini, terutama di bidang ekspor persenjataan.

Kendati Pengadilan Inggris telah menyatakan kemungkinan Saudi melakukan kejahatan perang, serta menginstruksikan penghentian ekspor senjata ke London, Menteri Dagang Inggris mengumumkan bahwa pengiriman perangkat militer ke Riyadh masih berlanjut.

Di lain pihak, Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab menyatakan bahwa sanksi-sanksi Inggris meliputi orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan Jamal Khashoggi.

“Orang-orang yang tangan mereka berlumur darah tidak bisa bebas memasuki Inggris. Kami bekerja sama dengan Kanada dan AS untuk menjatuhkan sanksi kepada para pelanggar HAM,” klaim Raab.

Kandidat Ketua Partai Liberal Demokrat Inggris, Layla Moran mengecam permintaan maaf London kepada Riyadh.

“Tampaknya Pemerintah Britania pada suatu hari melakukan tindakan yang merugikan pejabat Saudi, dan di hari lain, menghubungi Riyadh dan meminta maaf secara pribadi,” kata Moran kepada The Independent.

“Tindakan seperti ini mengirim pesan keliru kepada bangsa-bangsa dan orang-orang yang melanggar HAM di dunia. Pemerintah harus memutuskan satu kali untuk selamanya, Inggris akan menjadi bangsa seperti apa? Sebagai Pahlawan dunia norma-normal liberal atau sebagai tukang minta maaf kepada pelanggar HAM?” tandasnya.

Tags: