Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Umbar Ancaman Israel dan Pamer Kapal Selam AS Tak Lebih dari Gertak Sambal dan Jaga Gengsi di Hadapan Iran

Umbar Ancaman Israel dan Pamer Kapal Selam AS Tak Lebih dari Gertak Sambal dan Jaga Gengsi di Hadapan Iran

POROS PERLAWANAN – Dengan mengirimkan kapal selam nuklirnya ke Teluk Persia, sepertinya AS berniat “pamer otot dan memberi peringatan” kepada Republik Islam Iran. Demikian pula saat Rezim Zionis mengumbar ancaman untuk menyerang Iran dan Poros Perlawanan. Namun hal tersebut bukanlah fakta yang sebenarnya.

Dilansir al-Alam, lazimnya Angkatan Laut AS merahasiakan posisi kapal-kapal selamnya di dunia. Namun ketika AS mengumumkan bahwa USS Georgia memasuki Teluk Persia melalui Selat Hormuz, bahkan menambahkan foto-foto konyol (yang bertujuan untuk pamer) ke pengumuman ini, itu berarti bahwa Paman Sam mengerahkan segala upaya untuk mencegah pembalasan dendam Iran menjelang peringatan setahun gugurnya Syahid Qassem Soleimani.

Dengan demikian, aksi pamer kapal selam nuklir ini bukan dilatarbelakangi kekuatan, namun lebih merupakan kesaksian akan ketakutan Washington terhadap potensi balas dendam Teheran.

Di sisi lain, negara ini berusaha menularkan ketakutannya ke seluruh penjuru Timteng dengan terus menyebarkan Iranofobia. Washington berupaya mendoktrin negara-negara di Kawasan bahwa Iran bukan hanya ancaman atas kehadiran AS di Timteng, tapi juga semua negara-negara di kawasan tersebut.

Ini merupakan dalil kedua yang menunjukkan seberapa jauh AS mencemaskan kekuatan dan pengaruh besar Iran di Kawasan. Suara serempak Rezim Zionis dengan AS, yang terlihat dari ancaman-ancaman Kepala Staf Umum Tentara Israel, Avi Kovachi terhadap Iran dan Poros Perlawanan, adalah bukti lain akan mimpi buruk yang menghantui para pembunuh Syahid Soleimani dan Mohsen Fakhrizadeh terkait balas dendam Iran.

Ancaman-ancaman Rezim Zionis, mobilisasi militer AS ke Teluk Persia, pengiriman kapal selam nuklir, dan pesawat pengebom B-52 adalah murni upaya Pemerintahan Trump untuk menjaga martabat di hari-hari terakhir kekuasaannya.

Mereka mencemaskan balasan menyakitkan dari Iran; balasan seperti yang terjadi di Ayn al-Asad saat rudal-rudal Iran menggempur pangkalan itu tanpa ada sesuatu yang bisa dilakukan AS. Washington tahu bahwa respons apa pun akan mendatangkan konsekuensi amat besar baginya, serta bisa mengakhiri keberadaannya di Kawasan untuk selamanya.

Rezim Zionis juga tahu bahwa perang akan berharga sangat mahal baginya. Laporan-laporan resmi dari Israel mengakui akan hal ini. Dalam laporan-laporan itu disebutkan, jika perang meletus, Hizbullah sanggup memusnahkan Israel.

Oleh karena itu, semua hiruk pikuk yang disuarakan media-media tentang pesan ancaman AS terhadap Iran dan aksi pamer kekuatan di Timteng hanya sebuah propaganda kosong ala film-film Hollywood, yang tujuannya adalah menjaga gengsi Trump dan para pelaku normalisasi yang telah mengkhianati Dunia Islam.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *