Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Utusan Qatar Kunjungi Gaza di Tengah Serangan Massif Israel Lebih dari Dua Pekan

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, seorang utusan dari Qatar Mohammed el-Emadi mengunjungi Jalur Gaza untuk membantu menenangkan ketegangan di daerah yang diblokade itu, yang telah menjadi sasaran serangan Israel setiap hari selama lebih dari dua pekan.

El-Emadi memasuki Gaza pada Selasa malam untuk negosiasi guna membantu meredakan ketegangan, AFP melaporkan.

Sejak 6 Agustus, rezim Tel Aviv telah melakukan serangan udara harian dan sesekali serangan darat terhadap Gaza sebagai tanggapan atas apa yang disebut peluncuran balon yang dilengkapi dengan “perangkat pembakar” dari Jalur Gaza.

Bersamaan dengan itu, Israel telah menutup penyeberangan Kerem Shalom, jalur bagi sebagian besar pasokan kebutuhan untuk warga Gaza, dan sepenuhnya memutus pasokan bahan bakar ke wilayah tersebut. Tindakan tersebut telah menyebabkan matinya satu-satunya pembangkit listrik di Gaza.

Tel Aviv juga melarang penangkapan ikan di sepanjang pantai Gaza, tempat kapal-kapal bersenjata Israel melakukan patroli rutin, tindakan yang selain melanggar kedaulatan teritori Palestina, juga memisahkan warga dari sumber mata pencaharian utama mereka.

El-Emadi dilaporkan membawa serta bantuan keuangan sebesar $ 30 juta untuk warga Gaza di tengah situasi yang mengerikan ini. Dia diharapkan duduk bersama pejabat Hamas selama kunjungan tersebut.

Kunjungan itu menyusul laporan kunjungan oleh Kepala Komando Selatan militer Israel, Mayor Jenderal Herzi Halevi ke Qatar d tengah ketegangan yang meningkat di Gaza.

Halevi terbang ke Doha bersama dengan pejabat lain dari militer Israel dan agen mata-mata Israel Shin Bet dan Mossad untuk meminta para pemimpin Hamas yang tinggal di sana untuk mencegah eskalasi militer di Gaza, lapor Asharq Al-Awsat yang berbasis di London.

Sebelumnya pada hari Selasa, Hamas menyebut penutupan Kerem Shalom sebagai “kejahatan terhadap kemanusiaan” dalam sebuah pernyataan dan mendesak komunitas internasional dan “pembuat keputusan di Kawasan” untuk “memecah kebisuan mereka guna mengakhiri blokade oleh Israel.

Berbicara kepada Al Jazeera dari Qatar, pejabat Hamas Basem Naim juga mengatakan bahwa meskipun ada upaya untuk “mencegah situasi meledak,” Israel telah mengintensifkan serangannya terhadap Gaza dan menolak untuk mematuhi perjanjian sebelumnya.

“Orang-orang Palestina di Jalur Gaza hidup dalam kondisi yang sangat menyedihkan dan suram … faksi-faksi Gaza telah memberi tahu para mediator bahwa Gaza tidak akan tinggal diam dalam kondisi yang tragis ini,” katanya.

Tags: