Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Viral Kampanye Boikot Produk-produk UEA Disambut Antusias di Dunia Maya

Viral Kampanye Boikot Produk-produk UEA Disambut Antusias di Dunia Maya

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, orang-orang Yaman memunculkan kampanye untuk memboikot produk-produk UEA yang memenuhi pasar di negara-negara Arab.

Warga Arab mengatakan, barang-barang UEA sebenarnya adalah produk Israel, yang kemudian diatas namakan Abu Dhabi dan diekspor ke negara-negara Arab.

Tagar #BoikotProdukUEA yang digagas para pengguna Twitter di Yaman ini mendapat sambutan hangat di negara-negara Arab, termasuk Saudi. Netizen menegaskan, pemutusan hubungan dengan UEA perlu dilakukan, sebab Abu Dhabi telah merangkul Rezim Penjajah dan mendorong negara-negara Arab lain untuk menormalisasi hubungan.

Netizen memublikasikan file video tentang statemen Dr. Abdullah al-Nafisi, salah satu tokoh keilmuan terkemuka di Dunia Arab. Ia mengatakan, ”UEA adalah Israel-nya Teluk (Persia). Nasib UEA di masa depan akan mengejutkan semua pihak.”

Statemen langka ini pun disambut baik di dunia maya.

Para pengguna medsos mencantumkan daftar produk-produk Israel yang diklaim UEA sebagai buatannya. Mereka memperingatkan agar produk-produk tersebut tidak diperjual-belikan.

Mereka menegaskan, UEA diboikot karena memusuhi negara-negara di Kawasan dan malah menormalisasi hubungan dengan Rezim Zionis.

“Semua produk ini palsu dan bermutu rendah. Kami tidak hanya memboikot produk-produknya, tapi juga pasti memutus hubungan dengannya”, cuit akun Halali Malaki Alami61.

Netizen lain mengunggah sebuah karikatur dan menulis, ”Kami akan memberi pelajaran kepada Bin Zayed dengan memboikot produk-produk UEA”.

Akun MAAljin mencuit, ”Kami akan memboikot mereka (UEA) lantaran berperan dalam normalisasi negara-negara Arab dengan Israel”.

Seorang jurnalis dan aktivis Twitter bernama Turki Shalhoub mengutarakan alasan kenapa UEA harus diboikot.

“Sebab UEA telah berubah menjadi: pusat pembuatan dan produksi barang-barang palsu, pusat prostitusi dan perdagangan manusia, pusat pencucian uang sindikat kejahatan, destinasi barang jarahan dan selundupan, serta pusat untuk melahirkan konspirasi-konspirasi yang menargetkan semua negara Arab”.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *