Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Zarif: Nilai Jual Senjata AS per Tahun ke Saudi Saja, 3 Kali Lipat Anggaran Militer Iran

Zarif: Nilai Jual Senjata AS per Tahun ke Saudi Saja, 3 Kali Lipat Anggaran Militer Iran

POROS PERLAWANAN – Dilansir Tasnim, Menlu Iran Mohammad Javad Zarif mengkritik standar ganda negara-negara Barat dalam masalah persenjataan Timteng.

Sejumlah negara Eropa berpendapat, pencabutan embargo senjata Iran akan menyebabkan negara ini “kian agresif” dan “meningkatkan instabilitas Kawasan.”

Menanggapi propaganda ini, Zarif mengatakan, ”Pertama, Eropa tidak perlu mencabut embargo senjata Iran, sebab embargo ini akan tercabut secara otomatis. Kami sudah tahu bahwa Iran tak bisa mengandalkan siapa pun dalam hal ini. Sesuai kesepakatan, embargo ini akan terangkat secara otomatis.”

“Saat JCPOA dibuat, banyak pejabat Eropa dan AS yang belum menempati posisi mereka saat ini. Sebab itu, mereka tidak tahu berapa banyak energi dan waktu yang tercurah untuk JCPOA.”

“Kami telah memberi tenggat 5 tahun kepada mereka. Tenggat ini tak bisa ditambah. Baik AS atau Eropa sama-sama bukan penentu keputusan dalam masalah ini. Ini adalah sesuatu yang telah disahkan Dewan Keamanan dalam bentuk resolusi,” lanjut Zarif.

“Kedua, Iran per tahun hanya menghabiskan maksimal 16 milyar dolar untuk anggaran militernya. Padahal AS tiap tahun menjual senjata dengan nilai 3 kali lipat ini hanya kepada Saudi saja. Eropa pun juga tak sepenuhnya bersih dari dosa (dalam hal penjualan senjata),” bebernya.

Menurut Zarif, Inggris dan Prancis saling bersaing untuk menjual senjata ke negara-negara Timteng, seolah ada kelangkaan senjata di kawasan ini. Padahal, kata Zarif, tiap tahun 25 persen senjata ekspor dunia dibeli oleh negara-negara Teluk.

“Iran telah memenuhi semua komitmennya di JCPOA. Namun, setelah berlalunya 5 tahun dari kesepakatan ini, Iran hingga kini belum menikmati manfaat ekonomi dari JCPOA, akibat dari pelanggaran-pelanggaran AS,” kata Zarif.

Dia lalu mengimbau pihak-pihak Eropa bersikap independen dalam masalah kebijakan luar negeri, serta tidak mengekor kebijakan AS.

“Eropa memandang JCPOA sebagai kesepakatan vital untuk keamanan regional dan internasional. Namun anehnya Eropa tidak memenuhi komitmen mereka. Jika JCPOA gagal, Eropa yang akan menderita kerugian lebih banyak. Iran sudah mengalami sanksi terberat selama 40 tahun. Sanksi-sanksi Pemerintahan Trump mungkin adalah sanksi paling keji dan tak manusiawi sepanjang sejarah. Namun Iran telah melewati sanksi-sanksi ini,” tandasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *