Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

15 Kapal Tanker Minyak Impor yang Sudah Lulus Verifikasi dan Inspeksi PBB, Masih Saja Ditahan Koalisi Saudi di Luar Pelabuhan Yaman

POROS PERLAWANAN – Perusahaan Minyak Yaman (YPC), mengatakan ada lebih dari selusin kapal tanker yang membawa lebih dari 410.000 ton minyak terjebak di luar pelabuhan Yaman akibat blokade Koalisi Saudi yang menghambat upaya negara miskin tersebut untuk mengimpor komoditas penting, Press TV melaporkan.

YPC mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa bahwa 15 kapal dengan 410.728 ton produk minyak bumi telah ditahan di lepas pantai Yaman untuk jangka waktu berbeda. YPC menyebut tindakan oleh Koalisi Saudi ini adalah pelanggaran mencolok konvensi hak asasi manusia internasional dan aturan-aturan kemanusiaan.

YPC lebih lanjut menyoroti bahwa aliansi pimpinan Saudi yang melancarkan serangan militer berdarah terhadap Yaman, telah secara terang-terangan mengabaikan ketentuan perjanjian Stockholm, yang secara keseluruhan menekankan perlunya memfasilitasi kedatangan bahan-bahan dasar dan bantuan kemanusiaan ke pelabuhan Hudaydah di Yaman barat, untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat Yaman.

Perusahaan tersebut juga menekankan bahwa penyitaan kapal tanker minyak bertentangan dengan pernyataan yang sebelumnya dikeluarkan oleh Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths, di hadapan Dewan Keamanan pada 16 Januari dan 22 Oktober tahun lalu, ketika ia mengklaim bahwa kapal yang membawa sumber energi harus dibiarkan memasuki pelabuhan Hudaydah tanpa hambatan.

YPC mencatat bahwa Koalisi yang dipimpin Saudi terus mengepung negara Yaman melalui pembajakan laut, yang bertujuan untuk menghalangi kedatangan kapal-kapal yang membawa turunan minyak, gas alam, makanan, obat-obatan dan komoditas dasar lainnya ke Hudaydah, meskipun faktanya kapal-kapal tersebut sebelumnya telah memperoleh izin di bawah Mekanisme Verifikasi dan Inspeksi PBB untuk Yaman (UNVIM).

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *