Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

7 Mantan Tawanan Palestina ini Bikin Israel Tak Bisa Tidur Nyenyak

7 Mantan Tawanan Palestina ini Bikin Israel Tak Bisa Tidur Nyenyak

POROS PERLAWANAN – Seorang analis Israel, Elior Levy menyebutkan tentang 7 mantan tawanan Palestina, yang dibebaskan dalam proses pertukaran dengan serdadu Israel Gilad Shalit di tahun 2011.

Dalam tulisannya di harian Yedioth Ahronoth, Levy menyatakan bahwa 7 orang ini secara bertahap menjadi tantangan besar bagi sistem keamanan Israel, yang sangat memengaruhi hidup ratusan ribu Zionis.

Dilansir Fars, Levy mengklaim bahwa semestinya riwayat hidup 7 orang ini berakhir di penjara-penjara Israel. Namun dalam rentang waktu hanya belasan tahun, mereka telah menjadi ujung tombak Hamas dan sayap militernya, Izzuddin al-Qassam.

Analis Israel ini lalu “memperkenalkan” tujuh mantan tawanan Palestina yang telah dibebaskan itu.

1. Yahya al-Sinwar
Menurut Levy, Ketua Kantor Politik Hamas di Gaza, Yahya al-Sinwar mampu mengubah realita geopolitik antara Gaza dan Rezim Zionis. Dia disebut memiliki kemampuan mumpuni dalam memimpin, juga melakukan manuver antara upaya-upaya diplomatik dan terwujudnya gencatan senjata, dengan cara memperumit situasi secara bertahap demi menguras energi Tel Aviv. Al-Sinwar disebut sebagai orang di balik unjuk rasa damai al-Awdah (Kepulangan) di perbatasan Gaza-Tanah Pendudukan.

Levy menyatakan, al-Sinwar adalah orang yang telah mengembalikan ekonomi Gaza ke kondisi terbaiknya selama 10 tahun terakhir. Ia disebut-sebut seperti Sekjen Hizbullah Sayyid Hasan Nasrallah, yang memahami masyarakat Israel dan titik-titik lemahnya.

2. Taufiq Abu Naim

Abu Naim memegang komando perangkat-perangkat keamanan di Gaza 4 tahun setelah ia dibebaskan. Ia mampu meningkatkan kinerja perangkat-perangkat keamanan tersebut. Menurut Levy, inilah yang membantu Abu Naim menggagalkan upaya kudeta dan pengejaran mata-mata.

3. Rouh Mushtaha

Orang ketiga dalam daftar Levy ini termasuk tokoh yang berpengaruh di dalam dan luar Gaza. Mushtaha adalah anggota Kantor Politik Hamas dan salah satu pendiri kelompok ini di dekade 90-an. Ia juga bagian dari delegasi yang dibentuk Hamas untuk melakukan perundingan tidak langsung dengan Israel yang dimediasi Mesir.

4. Zahir Jabbarin

Levy menyatakan, Jabbarin telah menempuh perjalanan panjang sejak ia dibebaskan hingga ia menjadi Wakil Ketua Hamas di Tepi Barat saat ini. Dia adalah salah satu pendiri sayap militer Hamas di Tepi Barat.

Jabbarin sukses merekrut para mahasiswa saat ia belajar di Universitas Nablus. Salah satu mahasiswa paling menonjol yang bergabung dengan Hamas adalah Yahya Ayyash, yang disebut piawai membuat bom buatan tangan.

5. Abdurrahman Ghanimat

Menurut Levy, saat ini Ghanimat bertugas mengelola “sel-sel Hamas” di kawasan dekat Hebron. Namanya terekam jelas dalam memori Israel karena beberapa alasan. Di antaranya adalah penculikan serdadu Israel Sharon, Sharon Adri dan operasi penyerangan ke sebuah kafe di Tel Aviv.

6. Jihad Yaghmur

Dia dinyatakan terlibat dalam penculikan serdadu Israel, Nachshon Wachsman di tahun 1994 di Quds. Saat ini, ia bekerja sebagai perwakilan Hamas di Turki. Yaghmur disebut memiliki kemampuan dalam menjalin hubungan dengan para petinggi politik dan keamanan.

7. Musa Dudain

Dudain memulai aktivitas jihadnya sebagai mahasiswa di Universitas Islam al-Najah di Nablus. Ia pun menjadi anggota tim negosiator Hamas secara bertahap. Dia dikenal salah satu orang dekat Saleh al-Aruri, Ketua Hamas di Tepi Barat.

Tags: