Loading

Ketik untuk mencari

Arab Saudi

Agen Siber Saudi Intimidasi Presenter Al-Jazeera yang Beberkan Keterlibatan Putra Mahkota Muhammad bin Salman dalam Pembunuhan Khashoggi

Agen Siber Saudi Intimidasi Presenter Al-Jazeera yang Beberkan Keterlibatan Putra Mahkota Muhammad bin Salman dalam Pembunuhan Khashoggi

POROS PERLAWANAN – Jurnalis asal Lebanon dan presenter stasiun televisi Qatar, al-Jazeera, Ghada Owais mengungkapkan, dia menjadi sasaran intimidasi agen-agen siber Saudi yang berusaha meretas laptop dan telepon genggamnya.

Menurut Owais, teror ini dilakukan lantaran klip video yang dipublikasikannya terkait tindakan pejabat Saudi yang menyembunyikan visa Jamal Khashoggi, beberapa bulan sebelum ia dibunuh pada Oktober 2018.

“Kebijakan teror, walau tak ada gunanya, terus berlanjut; tindakan bodoh yang masih dilakukan negara-negara pemblokade (menunjuk pada Saudi cs yang mengembargo Qatar). Saya masih menjadi target intimidasi, ancaman, dan isu di media-media sosial. Ada banyak upaya untuk meretas telepon genggam dan laptop saya, meski tak ada rahasia apa pun di dalamnya. Apa gunanya semua tindakan ini bagi rezim-rezim bodoh tersebut?” cuit Owais, seperti dilansir al-Alam.

Beberapa hari lalu, Owais me-repost sebuah klip video saat ia membawakan sebuah berita di kanal al-Jazeera. Berita itu berkaitan dengan statemen Wakil Ketua Partai Keadilan dan Pembangunan Turki, Yasin Oktay soal Khashoggi.

Dalam statemennya, Oktay membeberkan bahwa beberapa bulan sebelum Khashoggi dibunuh, jurnalis Saudi itu memberitahu bahwa ia kehilangan visa di rumahnya di Washington. Kemudian ketika Khashoggi pergi ke Kedubes Saudi di Washington, ia dikejutkan telepon dari Putra Mahkota Saudi, Muhammad bin Salman. Bin Salman dalam teleponnya meminta Khashoggi untuk pulang ke Saudi.

Khashoggi bercerita kepada Oktay, saat ia pulang ke rumahnya, tiba-tiba saja ia menemukan visanya. Dia lalu menyimpulkan bahwa ini adalah rencana yang sudah disusun untuk memaksanya pergi ke Kedubes dan mendapat telepon dari Bin Salman.

Setelah mengunggah video ini, Owais mendapat serangan besar-besaran di dunia maya oleh pihak-pihak Saudi. Tagar #GhadaOwaisSiKelelawar menjadi trending topic pertama Saudi di Twitter.

Kejadian serupa, juga dialami jurnalis Palestina dan presenter al-Jazeera, Jamal Rayyan beberapa hari yang lalu.

Jamal mengatakan, setelah dia meminta agar nama Saudi diubah dan kalimat “la ilaha illa Allah” dihapus dari bendera negara itu, ia pun menjadi target ancaman pihak-pihak Saudi.

Tags: