Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Akankah Corona Selamatkan Bin Salman dari Rawa Yaman?

Bin Salman di tengah wabah corona

POROS PERLAWANAN – Selama perang antara rakyat Yaman dengan koalisi Saudi yang telah berlangsung 5 tahun, Muhammad bin Salman -setidaknya dalam separuh rentang waktu ini- telah mengajukan permohonan-permohonan diplomatik kepada komunitas internasional, agar koalisi Saudi bisa keluar dari rawa perang Yaman dengan “kepala tegak”.

Tak berlebihan jika kita menyebut putra mahkota Saudi sebagai “Ibu Perang Yaman”; ibu yang dalam dua tiga tahun terakhir ini menyimpulkan bahwa “anak haramnya” harus “disapih” secara terhormat dan reputasinya yang terlanjur cacat mesti segera direhabilitasi.

Upaya-upaya Bin Salman untuk menjadikan rapor keputramahkotaannya dipenuhi nilai cemerlang, selalu terbentur dengan karang bernama Yaman dan skandal perang di negara itu. Bahkan orang-orang dekatnya sekalipun memilih untuk bungkam saat topik Yaman mengemuka. Padahal mereka selalu memuja-muji proyek “reformasi” Bin Salman dan berupaya membuatnya lebih dekat dengan takhta kerajaan Saudi.

Minimal sudah dua tahun ini Bin Salman, juga para penasihat dan orang-orang dekatnya, telah mengangkat tangan tinggi-tinggi di hadapan rakyat Yaman. Mereka sudah pasrah bahwa perang ini, cepat atau lambat, hanya akan membuahkan kekalahan bagi koalisi. Kini, bukan hanya koalisi tangguh kemarin tak lagi menyertai Bin Salman, namun juga rakyat Yaman tak lagi bertangan kosong seperti di tahun-tahun pertama perang. Sekarang tangan mereka sudah terisi dengan rudal-rudal jarak jauh berpresisi tinggi buatan lokal, nirawak domestik, sistem pertahanan udara, dan selainnya, yang akan menentukan nasib perang di masa mendatang.

Di satu sisi, koalisi sudah tercerai berai. Di sisi lain, satu-satunya sekutu yang masih bertahan, yaitu UEA, mengklaim dengan penuh semangat apa yang juga diinginkan Bin Salman.

Saat Saudi memasuki tahun keenam perang dengan hati waswas dan gentar, Yaman menyambut tahun ini dengan langkah yang lebih mantap dan tekad yang kian teguh. Hari-hari ini, baik pemerintahan Hadi atau jubir koalisi, serempak menyambut saran PBB untuk menghentikan perang, dengan dalih meminimalisir derita rakyat Yaman dalam menghadapi Corona! Padahal, tawaran untuk menyelesaikan perang dengan solusi semacam ini sudah berkali-kali digulirkan Ansharullah. Namun niat baik Ansharullah selalu membentur tembok keserakahan Hadi, Saudi, dan UEA.

Meski Corona sudah menyengsarakan dunia, namun ia cocok menjadi dalih bagi Saudi dan sekutunya untuk mengambil napas sejenak serta memperbarui kekuatan.

Walaupun pasti koalisi Saudi akan berupaya sekeras mungkin memanfaatkan Corona guna menemukan solusi terhormat untuk bisa keluar dari rawa perang Yaman. Dengan demikian, setidaknya rapor merah Bin Salman dalam kebijakan luar negerinya bisa sedikit diperbaiki.

Tags:

6 Komentar

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *