Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Aksi Koalisi Agresor Saudi Bombardir Outlet Utama Distribusi Obat dan Makanan Rakyat Yaman adalah Kejahatan Perang yang Direncanakan

militer-arab-saudi-siap-melawan-pemberontak-houthi-_150508145714-913.jpg

POROS PERLAWANAN – Pada Jumat 1 Mei malam, pesawat koalisi Rezim Saudi membidik Pusat Bea Cukai Afar, wilayah Al-Sawadiyah, Provinsi Al-Bayda, yang menyebabkan jatuhnya korban dan pembakaran sejumlah truk yang sarat dengan muatan makanan dan barang.

Otoritas Kepabeanam mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan hari ini, Sabtu, bahwa lokasi Pabean yang menjadi target agresi telah diberitahukan kepada PBB tentang koordinatnya, sejak dioperasikan, serta merupakan outlet utama untuk distribusi makanan dan obat-obatan, terutama setelah musuh mengepung Pelabuhan Hodeidah.

Pernyataan otoritas kepabeanan itu mengisyaratkan, bahwa terdapat ratusan truk penuh dengan makanan.

“Jelas sekali bahwa target penyerangan ini adalah orang-orang Yaman dan memblokade mereka untuk memperoleh makanan dan obat-obatan, terutama mengingat risiko pandemi Corona.” Demikian pernyataan pihak Bea Cukai.

Otoritas Bea Cukai menyatakan, bahwa negara-negara agresor dan PBB harus bertanggungjawab penuh terhadap penyerangan ini. Otoritas juga menyerukan kepada Kamar Dagang Internasional dan organisasi internasional untuk melindungi warga negara, khususnya warga sipil dari kejahatan negara-negara agresor.

Dalam reaksinya, anggota Dewan Politik Yaman, Mohammad Ali Al-Houthi menganggap aksi pembantaian itu sebagai “aksi kriminal paling menonjol dari koalisi Saudi selama bertahun-tahun menginvasi Yaman”.

Dalam pernyataannya hari ini, Al-Houthi menegaskan bahwa “negara-negara agresor, Saudi dan sekutunya harus secara serius mengabdikan diri mereka untuk menghadapi Corona, alih-alih melanjutkan serangan udara dan pertempuran darat melawan Republik Yaman.”

Al-Houthi menganggap, bahwa pengeboman bahan makanan dan barang-barang di pelabuhan Afar masuk dalam agenda “blokade ganda” terhadap rakyat Yaman.

“Ini adalah kejahatan perang yang direncanakan,” tegas Al-Houthi.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *