Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Ambisi dan Niat Tersembunyi Turki Caplok Sebagian Wilayah Irak Seperti di Suriah, Layak Diadukan ke Dewan Keamanan PBB

Ambisi dan Niat Tersembunyi Turki Caplok Sebagian Wilayah Irak Seperti di Suriah, Layak Diadukan ke Dewan Keamanan PBB

POROS PERLAWANAN – Seorang pakar keamanan Irak, Amir Abdulmunim al-Saidi menyatakan, ada niat tersembunyi di balik serangan udara yang kadang kala dilancarkan jet-jet tempur Turki ke sejumlah wilayah Irak.

Al-Saidi menilai, serangan-serangan itu menunjukkan keserakahan besar Ankara untuk menguasai kawasan geografis tersebut.

Dilansir oleh Fars, al-Saidi mengatakan bahwa pasukan militer Irak harus ditempatkan di kawasan utara negara itu, terutama di titik-titik perbatasan. Tujuannya adalah membendung pergerakan-pergerakan Turki untuk menduduki wilayah tersebut.

Kepada stasiun televisi al-Maalomah, al-Saidi mengatakan bahwa Ankara menjadikan keberadaan Partai Buruh Kurdi (PKK) di kawasan perbatasan sebagai dalih untuk melancarkan serangan ke utara Irak.

“Pada hakikatnya, Turki ingin menguasai sebagian dari kawasan tersebut, seperti yang dilakukannya terhadap Suriah,” kata al-Saidi.

Al-Saidi menekankan pentingnya pertemuan kedua belah pihak guna mengatasi masalah perbatasan dan menentukan titik-titik militer gabungan antara dua negara. Ia juga menegaskan bahwa Turki harus dihukum atas tindakan-tindakan militernya di utara Irak.

Di lain pihak, Komandan Operasi Gabungan Irak merilis statemen terkait serangan udara drone Turki pada Rabu 15 April pagi dan malam kemarin. Statemen itu berisi kecaman keras atas serangan yang menargetkan kamp pengungsi di sekitar Makhmur.

“Aksi provokatif ini bertentangan dengan komitmen untuk saling menghormati dan kesepakatan-kesepakatan internasional. Tindakan ini juga pelanggaran nyata terhadap kedaulatan Irak”, demikian disebutkan dalam statemen itu.

Pada Rabu malam lalu, sebuah pesawat nirawak pengintai Turki melanggar zona udara Irak dan membombardir utara kota Makhmur, sehingga menewaskan dua warga sipil.

Sementara pada Rabu pagi, serangan udara Turki ke dataran tinggi utara Arbil menewaskan salah satu petinggi Partai Buruh Kurdistan.

Wakil Ketua Parlemen, Ketua Kelompok al-Hikmah, dan Partai Asosiasi Tanah Air Kurdistan Irak melalui statemen terpisah mengecam aksi Turki tersebut. Mereka meminta Baghdad bersikap tegas terhadap pelanggaran zona udara yang dilakukan Ankara.

Seorang anggota Fraksi Keamanan dan Pertahanan di Parlemen Irak juga menuntut agar Turki diadukan ke Dewan Keamanan (DK) PBB.

Tags: