Loading

Ketik untuk mencari

Arab Saudi

Amnesti Internasional Desak Raja Saudi Bebaskan Aktivis HAM Wanita yang Dipenjara Hanya Karena ‘Beda Suara’

Amnesti Internasional Desak Raja Saudi Bebaskan Aktivis HAM Wanita yang Dipenjara Hanya Karena 'Beda Suara'

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Waght, Badan Amnesti Internasional menuntut agar para wanita aktivis HAM yang dipenjara di Saudi segera dibebaskan.

Menurut laporan al-Jazeera, lembaga internasional itu mendesak Raja Salman bin Abdul Aziz untuk membebaskan para pembela hak-hak kaum wanita Saudi. Mereka telah mendekam di penjara selama dua tahun terakhir.

Badan Amnesti Internasional juga meminta agar semua tahanan terkait kebebasan berpendapat dan pembela HAM dibebaskan tanpa syarat apa pun. Mereka ditangkap Pemerintah Saudi kendati menyuarakan sikap mereka secara damai.

“Puluhan orang lain di Saudi, kendati sudah dibebaskan, masih menanti pengadilan atas dakwaan terkait aktivitas damai mereka. Sudah saatnya Pemerintah Saudi berhenti menggunakan perangkat hukum sebagai pedang untuk menebas leher para aktivis,” tandas Amnesti Internasional.

“Selama para aktivis dengan aksi damai mereka masih diburu aparat, reformasi di Saudi tak akan memiliki kredibilitas,” lanjut Amnesti Internasional.

Para pejabat Saudi masih terus menjalankan kebijakan tangan besi terhadap warga negara itu, dari kalangan apa pun mereka berasal.

Tekanan-tekanan Pemerintah Saudi terhadap para aktivis sosial dan politik Saudi membuat nyawa mereka terancam bahaya.

Beberapa waktu lalu, Alya Abutayah al-Huwaithi, wanita aktivis HAM yang bermukim di London mengaku, ia mendapat ancaman pembunuhan via telepon. Ancaman itu diperolehnya setelah ia membeberkan beberapa hal terkait proyek NEOM.

Kepada stasiun televisi BBC, Alya mengutarakan keyakinannya bahwa ancaman itu berasal dari para pendukung Putra Mahkota Saudi, Muhammad bin Salman. Para pengancamnya mengatakan, mereka bisa menjebaknya dengan mudah. Sebab itu, ia jangan menyangka benar-benar aman.

Alya mengaku, ia juga mendapat ancaman di media sosial Twitter. Ia diancam akan bernasib serupa dengan Jamal Khashoggi. Khashoggi adalah jurnalis Washington Post yang dibunuh secara biadab tahun 2018 di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki.

Tags:

Fatal error: Allowed memory size of 134217728 bytes exhausted (tried to allocate 20480 bytes) in /www/wwwroot/porosperlawanan.com/public_html/wp-includes/wp-db.php on line 2135