Anggota Senat Amerika Desak Trump Bantu Warga Palestina Hadapi Corona - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Anggota Senat Amerika Desak Trump Bantu Warga Palestina Hadapi Corona

Anggota Senat AS minta Trump Bantu Palestina

POROS PERLAWANAN – Melalui sepucuk surat yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, delapan orang anggota Senat Amerika Serikat mendesak Pemerintah AS untuk mengambil tindakan yang “pantas” dengan memberikan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina, mengingat jumlah kasus infeksi Corona terus bertambah di Tepi Barat yang terjajah dan di Jalur Gaza yang terkepung.

“Adalah kepentingan keamanan nasional Amerika Serikat dan kepentingan rakyat Palestina … untuk memerangi penyebaran COVID-19 di wilayah Palestina,” tulis para Senator.

Virus yang oleh WHO telah dinyatakan sebagai pandemi global ini telah menginfeksi 115 warga Palestina dan menewaskan satu di antaranya. Angka juga menunjukkan bahwa lebih dari 4.300 warga Israel dites positif mengidap virus Corona, yang sejauh ini telah menewaskan 16 orang.

“Mengingat penyebaran virus Corona di Tepi Barat dan Gaza, kerentanan ekstrem sistem kesehatan di Gaza, dan berlanjutnya pemotongan bantuan AS kepada rakyat Palestina, kami khawatir bahwa Pemerintah gagal mengambil setiap langkah yang pantas untuk membantu memerangi keadaan darurat kesehatan masyarakat ini di wilayah Palestina,” lanjut para senator AS.

Surat itu ditandatangani oleh Senator Elizabeth Warren, Chris Van Hollen, Patrick Leahy, Tom Udall, Thomas R. Carper, Bernard Sanders, Jeffrey A. Merkley, dan Sherrod Brown.

Donald Trump sebelumnya telah memotong hampir seluruh bantuan kemanusiaan untuk Palestina. Pemotongan bantuan ini sangat berdampak bagi ratusan ribu orang di wilayah tersebut, terutama bagi mereka yang tinggal di Jalur Gaza yang 80% kehidupannya bergantung pada bantuan.

Gaza berada di bawah pengepungan Israel sejak Juni 2007. Blokade telah menyebabkan penurunan standar hidup, membuat warga Gaza menjadi pengangguran dan dirundung kemiskinan yang berkepanjangan.

Rezim Israel menyangkal hak-hak dasar warga Gaza, seperti kebebasan bergerak, pekerjaan dengan upah yang layak, serta fasilitas kesehatan dan pendidikan yang memadai.

Lebih jauh, rezim Israel dikabarkan sengaja menyebarkan virus Corona pada warga Palestina.

Sebuah kelompok yang berafiliasi dengan Otoritas Palestina menuduh Israel berusaha menyebarkan penyakit COVID-19 dengan membiarkan lusinan pekerja Palestina untuk kembali ke wilayah pendudukan tanpa menjalani pemeriksaan medis.

“Pasukan Israel telah memfasilitasi kembalinya pekerja Palestina, yang terinfeksi virus di Israel, ke desa-desa dan kota-kota di Tepi Barat yang diduduki tanpa melalui komite darurat, pemeriksaan medis dan karantina,” kata perwakilan Komisi Kolonisasi dan Perlawanan Dinding atau dikenal dengan The Colonization and Wall Resistance Commission.

Upaya ini terjadi pada Minggu dini hari, ketika pasukan Israel membuka beberapa pagar pemisah di kota Qalqilya dan Tulkarem, yang memungkinkan warga Palestina yang bekerja di Israel untuk kembali ke rumah mereka.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *