Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Media Zionis Benarkan Aktivis Hamas yang Ditangkap di Saudi atas Pesanan Amerika dan Israel

POROS PERLAWANAN – Media Israel mengungkapkan, aktivis Hamas yang ditangkap di Saudi atas permintaan Amerika Serikat dan Israel, sebagian akan dibebaskan dan sebagian besar mungkin akan diadili dan dihukum.

The Jerussalem Center for Public Affairs and The Israeli State mengatakan, para aktivis yang ditangkap sudah lama menjadi incaran intelijen AS dan Israel. Menurutnya, beberapa dari mereka akan dibebaskan. Tapi kebanyakan akan diadili dan dihukum.

Tanggal 26 Maret 2020, Pemimpin Gerakan Ansharullah, Abdolmalik Al-Houthi menyatakan “kesiapan untuk melepaskan satu pilot yang ditangkap bersama 4 perwira dan tentara agresor Saudi, sebagai imbalan atas pembebasan aktivis Hamas yang diculik.”

Houthi menambahkan, “Rezim Saudi menahan orang-orang Palestina, yang diculik dengan tuduhan telah mendukung organisasi teroris dan yang dimaksud mereka adalah mujahidin.”

Dia menegaskan kesiapan penuh untuk menyelesaikan pertukaran tawanan, serta secara konsisten akan menghindari agresi.

Pengadilan Kriminal Arab Saudi menuntut para tahanan dengan tuduhan telah “mendukung dan membiayai teroris”, juga berafiliasi kepada entitas teroris kriminal, berdasarkan teks dakwaan yang diterima oleh kerabat mereka.

Enam puluh enam tahanan Palestina dan Yordania dibawa ke Pengadilan Saudi, di antaranya Pemimpn Hamas di Arab Saudi, Mohammed Al-Khudhori dan putranya, Hani, yang ditangkap pada April 2019.

Jaksa Penuntut Umum Saudi mendakwa mantan Wakil Hamas di Arab Saudi itu telah terlibat keanggotaan dan mendanai teroris. Jaksa juga menuntut hukuman maksimum untuk Al-Khudhori dan putranya. Sidang ditunda sampai tanggal 12 Ramadhan mendatang.

Berdasarkan keterangan keluarga Al-Khudhori, sekitar 40 orang, sebagian warga negara Palestina dan Yordania juga diadili. Salah satunya dari keluarga Agha, seorang pegusaha asal Khan Yunis, Gaza Selatan.

Tags: