Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Apa Sebenarnya Motif di Balik Beragam Spekulasi dan Klaim yang Diumbar Media Barat Terkait Insiden Natanz?

Apa Sebenarnya Motif di Balik Beragam Spekulasi dan Klaim yang Diumbar Media Barat Terkait Insiden Natanz?

POROS PERLAWANAN – Sejak jam-jam pertama usai terjadinya insiden kebakaran di situs nuklir Natanz, sejumlah media Barat merilis berbagai spekulasi tentang sebab-sebab kejadian tersebut.

Dilansir Fars, beberapa media sudah mengumbar berbagai klaim sejak awal insiden, tanpa memberikan sumber akurat atau bukti-bukti pemicu kejadian tersebut.

Salah satunya adalah harian New York Times. Harian ini mengaku mengutip dari “seorang pejabat intelijen sebuah negara di Timteng”, bahwa insiden di Natanz “disebabkan alat peledak yang dipasang di dalam fasilitas nuklir tersebut”.

Berita ini dirilis New York Times saat penyelidikan di Iran belum rampung dan masih berlangsung.

New York Times lalu mengutip analisis dari Direktur Institute for Science and International Security, David Albright.

Albright dikenal dekat dengan Israel dan kerap “mengarang kasus” soal program nuklir Iran. Albright mengklaim bahwa kemungkinan besar insiden Natanz disebabkan “aksi perusakan.”

Situs Breaking Defense pun menilai insiden itu sebagai aksi perusakan. Beritanya dirilis nyaris berbarengan dengan berita New York Times. Breaking Defense menukil statemen dari para pakar Israel bahwa “sebuah serangan misterius ke salah satu fasilitas nuklir Iran telah menyebabkan kerugian besar”.

BBC Persia juga mengklaim bahwa beberapa jam sebelum tersiarnya berita insiden Natanz, sejumlah jurnalisnya menerima statemen yang “mengabarkan sebuah operasi pada Kamis pukul 2 dini hari”.

Menurut BBC, statemen itu dikirim kelompok bawah tanah misterius yang menyebut diri mereka “Homeland Cheetahs”. Kelompok ini mengaku sebagai pihak oposisi yang beraktivitas di internal aparat keamanan Iran.

Dalam statemen yang (katanya) dikirim ke BBC Persia, kelompok ini mengaku menjadikan situs Natanz sebagai target, sebab selain merupakan situs penting, situs Natanz juga “bukan situs bawah tanah”, sehingga kehancurannya “tidak bisa diingkari Iran”.

Meski demikian, BBC mengaku tidak bisa memverifikasi identitas dan klaim-klaim kelompok tersebut.

Jubir Sekretariat Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran mengumumkan, sebab utama insiden telah diketahui. Namun dengan mempertimbangkan aspek-aspek keamanan, penyebab dan kronologinya akan dipublikasikan di waktu yang tepat. Dengan demikian, belum dipastikan apakah insiden itu adalah aksi perusakan atau tidak.

Namun, kelincahan media-media Barat dalam mengumbar spekulasi cukup mencurigakan. Pertama, semua media berspekulasi bahwa insiden itu adalah aksi perusakan, yang dikaitkan dengan pihak asing atau oposisi. Kedua, bagaimana media-media itu bisa begitu cepat mendapat sumber-sumber yang jauh dari Iran, untuk bisa memberitakan kabar tersebut?

Jika memang insiden di Natanz adalah aksi perusakan, pertanyaan yang terlontar adalah: apakah media-media Barat sudah mengetahuinya terlebih dahulu, sehingga mereka telah menyiapkan laporan sebelum terjadinya insiden?

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *