Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Armada Drone Tempur Bersenjata Canggih Iran, ‘Hadiah Istimewa’ untuk Barisan Tank dan Kendaraan Lapis Baja Lawan

Armada Drone Tempur Bersenjata Canggih Iran, 'Hadiah Istimewa' untuk Barisan Tank dan Kendaraan Lapis Baja Lawan

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, kekuatan drone Republik Islam Iran dalam beberapa tahun terakhir dipusatkan pada dua elemen kuantitas dan kualitas, juga kelengkapan drone-drone Iran dengan bom, serta rudal presisi dan terpandu.

Industri drone Iran terus meningkat secara signifikan, sehingga pusat-pusat riset Barat menyebut Iran termasuk dalam lima besar negara pemilik drone tempur.

Kemenhan Iran baru-baru ini memamerkan versi kedua drone Fotros. Setelah diperkenalkan pertama kali sekitar 7 tahun lalu, jarang diberitakan bahwa drone ini telah dioperasikan. Namun seiring diproduksinya versi kedua Fotros, tampaknya drone ini akan segera mengemban misi di Angkatan Bersenjata Iran.

Salah satu pengembangan drone Fotros adalah perubahan roda-rodanya. Jika di versi terdahulu roda-rodanya bersifat “paten”, kini bisa dilipat ke bagian dalam drone sehingga bisa mengoptimalkan kerja motor.

Daya serbu Fotros juga telah ditingkatkan. Sebelum ini, Fotros hanya dilengkapi dua rudal misterius di bawah sayap-sayapnya. Namun dalam foto-foto terbaru, tiap sayapnya memiliki 2 titik yang bisa dipasangi bom optik terpandu Qaem, juga rudal top attack antibaja buatan Kemenhan Iran.

Dengan demikian, tiap Fotros bisa dipasangi 2 bom Qaem dan 4 rudal top attack. Tampaknya rudal ini juga serupa dengan yang dipasang di drone Ababil-3.

Salah satu karakteristik rudal top attack, yang terlihat dari namanya, adalah serangan dari atas ke tank dan kendaraan lapis baja lain. Sebab, biasanya bagian atas tank dan kendaraan lapis baja tidak cukup terlindungi dengan baik. Serangan dari atas akan membuat tank-tank lebih rentan di hadapan rudal antibaja.

Drone lain yang di-upgrade adalah Mohajer-6. Tahun lalu, drone ini digunakan IRGC untuk menyerang basis kelompok teroris di perbatasan Iran-Irak dan kawasan Kurdi Irak.

Jika sebelumnya Mohajer-6 hanya bisa memuat total 2 bom Qaem saja, kini drone ini bisa dipasangi 4 bom sekaligus. Peningkatan daya serbu Mohajer-6 tentu akan sangat membantu patroli di kawasan perbatasan.

Bom Qaem yang dijatuhkan Mohajer-6 juga bisa mengenai sasaran dengan akurat dari jarak 9 km.

Pengembangan paling mencolok diterapkan pada drone Karrar. Ini adalah drone pertama Iran yang menggunakan mesin jet turbo. Kecepatannya mencapai 900 km per jam dan bisa mengangkut beban seberat 250 kg. Jika muatan ini berupa senjata, ia bisa dipasang di bagian tengah Karrar.

Selain varian “Karrar Target” yang digunakan sebagai sasaran dalam latihan untuk sistem pertahanan udara, dan “Karrar Pengebom” yang dilengkapi dengan bom terjun bebas, juga ada varian “Karrar Pencegat” yang dipersenjatai rudal udara-ke-udara Shafaq.

Jika dahulu Karrar Pengebom hanya dilengkapi bom Balaban dan Yaseen, kini drone ini telah dipersenjatai dengan bom Simorgh dan bom laser terpandu, yang sebelumnya hanya bisa dipasang di jet-jet tempur seperti F-4. Mengingat bahwa bom laser terpandu membutuhkan sistem laser pengunci target, tampaknya sistem ini juga telah tersedia di drone Karrar.

Tags: