Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

AS Ancam Lengserkan Abbas yang Dekat dengan Poros Perlawanan Palestina

AS Ancam Lengserkan Abbas yang Dekat dengan Poros Perlawanan Palestina

POROS PERLAWANAN – Redaktur Rai al-Youm, Abdel Bari Atwan menilai pernyataan Dubes AS untuk Israel, David Friedman, terkait Mahmoud Abbas sebagai “peringatan gamblang Washington” untuk Ketua Pemerintah Otonomi Nasional Palestina (PNA) itu.

“Saat ini kami berpikir untuk mengganti Abbas dengan (Muhammad) Dahlan. Namun mengubah kepemimpinan PNA tidak mendatangkan manfaat bagi kami,” kata Friedman kepada Israel Hayom, seperti dilansir Fars.

Meski Israel Hayom terpaksa meralat statemen Friedman dan terkesan membantahnya, Atwan menyatakan bahwa ucapan Dubes AS ini adalah “bom kaliber berat atas Abbas”.

Atwan menilai Friedman sebagai “penyusun utama kebijakan AS di Palestina”. Friedman disebutnya sebagai orang di balik keputusan Donald Trump untuk memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Quds. Dia juga yang membuat garis-garis besar Kesepakatan Abad Ini.

Berdasarkan analisis Atwan, statemen Friedman dalam wawancara dengan harian yang dekat dengan Netanyahu dan Partai Likud, adalah “pesan kuat dan peringatan nyata bagi Abbas”.

Menurut Atwan, pesan itu adalah “Abbas harus mengakhiri boikot perundingan dengan AS dan berhenti mendekati Poros Perlawanan, terutama Hamas dan Jihad Islami. Jika tidak, maka ia akan diganti dengan Dahlan”.

“Sulit bagi kita untuk memprediksi langkah-langkah AS berikutnya. Namun di balik asap yang dikirim Friedman ke langit bisa saja ada api, yang saat ini tersembunyi di bawah sekam.”

“Barangkali statemen Trump saat penandatanganan normalisasi bahwa ada kontak-kontak dari pihak Palestina, dan bahwa mereka akan segera bergabung dengan tren normalisasi, akan menyingkap banyak masalah”, tulis Atwan.

Menanggapi statemen Friedman, Dahlan melalui akun Twitter-nya secara tak langsung menyerang Abbas. Dia menuntut “pembaruan legalitas para pemimpin Palestina”.

Dahlan pada tahun 2009 adalah anggota Komite Pusat Fatah, sekaligus Penanggung Jawab Keamanan Internal PNA. Dia dipecat atas tuduhan korupsi dan pengkhianatan terhadap Fatah. Saat ini, dia berada di UEA.

Tags: