Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

AS Cabut Penghargaan Jurnalis Finlandia Gara-gara Sering Kritik Trump di Dunia Maya

AS Cabut Penghargaan Jurnalis Finlandia Gara-gara Sering Kritik Trump di Dunia Maya

POROS PERLAWANAN – Kemenlu AS telah membatalkan anugerah penghargaan kepada seorang jurnalis Finlandia, Jessikka Aro. Keputusan ini diambil lantaran kritik Aro terhadap Presiden Donald Trump.

Dilansir Fars, pengumuman ini disampaikan Kantor Inspektur Jenderal Kemenlu AS. Kantor ini juga menyatakan bahwa Washington telah membohongi Kongres dan media terkait alasan pembatalan penghargaan tersebut.

Aro adalah seorang jurnalis investigasi, yang seharusnya mendapat penghargaan International Women of Courage pada Maret 2019 lalu. Namun penganugerahan itu dibatalkan mendadak tanpa ada penjelasan apa pun.

Harian Foreign Policy dalam laporannya membeberkan, ada kemungkinan bahwa Kemenlu AS membatalkan penghargaan itu untuk “membalas” kritik Aro terhadap Trump.

Jubir Kemenlu AS saat itu, Robert Paladino mengklaim bahwa pencalonan Aro untuk menerima penghargaan disebabkan “kesalahpahaman” dan bahwa ia telah mendapat informasi keliru.

“Telah terjadi sebuah kesalahan memprihatinkan dikarenakan tiadanya koordinasi dalam kontak dengan para kandidat dan Kedubes-kedubes kami. Salah satu kandidat diberitahu secara keliru bahwa dia telah memenangkan penghargaan. Kami minta maaf atas hal ini,” ujar Paladino.

Meski demikian, seorang pejabat anonim di Kemenlu AS membocorkan kepada Foreign Policy, bahwa penghargaan Aro dibatalkan lantaran kritiknya kepada Presiden AS.

Dalam wawancara dengan Foreign Policy, Aro telah mengonfirmasi bahwa kritiknya terhadap Trump adalah penyebab dibatalkannya penghargaan itu. Dia menilai, adalah suatu hal yang menakutkan bahwa Pemerintah AS membiarkan masalah-masalah lama memengaruhi pengambilan keputusan.

“Saya syok saat tahu bahwa saya telah disingkirkan tanpa pemberitahuan sebelumnya. Fakta bahwa kebijakan politik seorang presiden bisa memengaruhi keputusan diplomat AS untuk memilih sebuah karya, adalah fakta yang sangat mengerikan,” kata Aro.

Dalam laporan Inspektur Jenderal Kemenlu AS setebal 16 halaman itu disebutkan, kritik Aro terhadap Trump di dunia maya adalah “satu-satunya faktor dibatalkannya penghargaan”.

Laporan ini disusun setahun setelah sejumlah senator dari Demokrat meminta penyelidikan atas penyebab dicabutnya penghargaan untuk Aro.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *