Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Fatah: Tak Satu pun Negara Arab Bersedia Jadi Tuan Rumah Pertemuan Palestina

Fatah: Tak Satu pun Negara Arab Bersedia Jadi Tuan Rumah Pertemuan Palestina

POROS PERLAWANAN – Sekretaris Komite Eksekutif Fatah, Jibril Rajoub mengkritik negara-negara Arab yang berpaling dari bangsa dan isu Palestina.

Dilansir Fars, terkait pertemuan para Sekjen kelompok-kelompok Palestina baru-baru ini, Rajoub mengatakan bahwa tak satu pun negara Arab yang menyambut pertemuan itu dan seluruh kesepakatannya.

“Orang-orang Arab harus menyatakan sikap mereka terkait pertemuan (kelompok-kelompok) Palestina. Mereka juga mesti menentukan sikap mereka terhadap munculnya celah dalam kemufakatan Arab,” kata Rajoub kepada stasiun televisi al-Aqsa, yang dekat dengan Hamas.

Menurutnya, tak ada negara Arab yang bersedia menjadi tuan rumah pertemuan Palestina. Namun Turki yang menyatakan kesediaannya dan tidak mengintervensi detail dari dialog kelompok-kelompok Palestina.

“Kami akan mengubah keadaan dengan dada telanjang serta persatuan dan perlawanan kami… Kami mengandalkan rakyat Arab, yang telah menolak normalisasi dan turun ke jalan untuk menentangnya,” kata Rajoub.

Ia menilai pertemuannya bulan lalu dengan Wakil Ketua Kantor Politik Hamas, Saleh al-Arouri, sebagai pertemuan bersejarah. Rajoub menyatakan, pertemuan itu telah menghilangkan segala penghalang dan mengilustrasikan visi perjuangan nasional.

Di lain pihak, Ketua Kantor Politik Hamas, Ismail Haniyeh menyatakan kelompoknya dan Fatah memiliki pandangan seragam terkait ancaman terhadap Palestina.

Ia menilai, kesepahaman yang terjalin dalam pertemuan di Turki sebagai hal positif. Haniyeh mengatakan, kesepahaman ini diperoleh berdasarkan kesepakatan sebelumnya di Kairo, terutama kesepakatan tahun 2011.

Usai berdialog selama 3 hari di gedung Konsulat Palestina di Istanbul, Hamas dan Fatah telah mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan sejumlah perselisihan lama. Kesepakatan itu mencakup diadakannya Pemilu dini di Palestina.

Usai Pemilu legislatif pada tahun 2006 yang dimenangkan Hamas, Mahmoud Abbas menolak menyerahkan kekuasaan kepada Hamas dan mengakui Haniyeh sebagai Perdana Menteri. Hamas pun mengambil alih kendali atas Gaza, sementara Fatah memegang kontrol atas Tepi Barat.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *