Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

AS Gagal Lagi Diskreditkan Damaskus Saat PBB Tegaskan Tak Ada Bukti Kuat Suriah Serang Rumah Sakit Idlib

AS Gagal Lagi Diskreditkan Damaskus Saat PBB Tegaskan Tak Ada Bukti Kuat Suriah Serang Rumah Sakit Idlib

POROS PERLAWANAN – Komite Investigasi PBB dalam laporannya mengumumkan, pihaknya tidak menemukan bukti-bukti kuat yang menetapkan keterlibatan Pemerintah Damaskus dalam serangan ke rumah-rumah sakit PBB di Idlib.

Komite Investigasi adalah tim yang bertugas menyelidiki kasus-kasus khusus, termasuk serangan ke fasilitas sipil di Suriah. Komite ini dibentuk Sekjen PBB pada bulan Juli 2019 lalu.

Terkait serangan ke sebuah rumah sakit di Kafr Nabl, awalnya Komite Investigasi menduga bahwa serangan itu dilakukan tentara Suriah atau sekutunya. Namun ternyata tak ada bukti-bukti yang mengarahkan serangan itu ke individu atau kelompok tertentu.

“Pernyataan senada juga terdapat dalam lima laporan Komite Investigasi PBB terdahulu, yang berkaitan dengan serangan ke fasilitas-fasilitas PBB di Suriah,” tulis kantor berita TASS.

Namun sehubungan dengan serangan ke sebuah kamp pengungsi, Komite Investigasi menyatakan, kemungkinan besar serangan itu dilancarkan oleh kelompok-kelompok teroris.

Komite tersebut menyampaikan laporannya kepada Sekjen PBB, Antonio Guterres. Kemudian Guterres akan merekomendasikan laporan itu kepada lembaga-lembaga koordinator kemanusiaan PBB terkait Suriah untuk dijadikan catatan.

Sejak dimulainya krisis Suriah pada 2011 lalu, media-media pro-Barat selalu mengangkat narasi-narasi yang menyudutkan Damaskus. Pemerintahan Bashar Assad kerap dituding menyerang warga sipil dan membombardir fasilitas-fasilitas publik.

Tentara Suriah juga kerap dituding menggunakan senjata kimia. Salah satu yang diklaim Barat adalah serangan yang menyebabkan kematian ratusan warga sipil di dekat Damaskus pada tahun 2013.

Tuduhan lainnya yang paling menghebohkan adalah serangan udara tentara Suriah ke kota Khan Sheikhoun di bagian utara negara ini dengan senjata kimia.

Serangan pada 4 April 2017 itu diklaim menyebabkan 83 orang tewas, termasuk 28 anak kecil. Dua hari kemudian kapal perang AS menyerang pangkalan udara al-Sheirat di bagian tengah Suriah dengan beberapa rudal Tomahawk hingga menewaskan sejumlah tentara Suriah.

Pemerintah Suriah menepis keras tuduhan tersebut. Rusia selaku sekutu Suriah juga membantahnya. Rusia mengingatkan, AS juga pernah melontarkan tuduhan bahwa di Irak pada era mendiang Saddam Hossein terdapat senjata kimia. Tapi kemudian terbukti bahwa tuduhan ini ternyata dusta belaka.

Menurut Rusia, AS bermaksud mengulangi skenario itu terhadap Suriah.

Tags: