Sering Ngomong Ngawur dan Dianggap Bikin Malu, Gedung Putih Putuskan Pangkas Konferensi Pers Harian Agar Trump Mulai 'Puasa Bicara' Soal Corona - POROS PERLAWANAN
Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Sering Ngomong Ngawur dan Dianggap Bikin Malu, Gedung Putih Putuskan Pangkas Konferensi Pers Harian Agar Trump Mulai ‘Puasa Bicara’ Soal Corona

Sering Ngomong Ngawur dan Dianggap Bikin Malu, Gedung Putih Putuskan Pangkas Konferensi Pers Harian Agar Trump Mulai 'Puasa Bicara' Soal Corona

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, para petinggi Gedung Putih dikabarkan berencana untuk mengurangi kehadiran Donald Trump dalam pertemuan dengan para jurnalis.

Guardian mengutip dari empat pejabat Pemerintah dan sejumlah anggota Partai Republik, bahwa serangkaian pembicaraan tengah dilakukan terkait perubahan bentuk jumpa pers harian.

Saat ini, pidato-pidato Trump meliputi sebagian besar jumpa pers harian di Gedung Putih. Kontennya adalah penjelasan soal kebijakan-kebijakan Pemerintah dan kondisi AS di tengah pandemi Corona.

Pidato-pidato Trump sering kali berlangsung hingga satu jam. Terkadang pidato Presiden AS ini juga disertai pandangan konyol dan klaim-klaim aneh. Dalam sejumlah jumpa pers tersebut, Trump juga kerap melontarkan serangan kepada para rival politik dan penentangnya.

Kasus terbaru dari pidato ngawur Trump dalam jumpa pers terjadi pada Kamis 23 April lalu. Dia menyarankan agar pasien Corona disuntik dengan cairan disinfektan guna memusnahkan virus.

Saran Trump menuai kritik dan kekhawatiran awak medis dan para politisi. Gelombang kritik ini memaksa Trump meralat ucapannya pada jumpa pers sehari berikutnya. Dia mengaku, ucapannya hanya candaan belaka.

Joe Biden (rival Trump dalam Pilpres AS dari Demokrat) berkomentar tajam atas pengakuan Trump. Biden menyatakan,”Kesehatan warga AS tidak boleh dijadikan bahan guyonan.”

Biden dalam tweet lainnya juga mengkritik statemen-statemen “tidak ilmiah” Presiden AS.

“Kita memiliki presiden yang tidak percaya kepada ilmu pengetahuan, baik dalam hal perubahan iklim maupun pandemi Corona. Ini adalah hal yang sangat membahayakan,” cuitnya.

Menariknya adalah, dalam jumpa pers Jumat lalu sesi tanya-jawab Trump dengan para wartawan ditiadakan untuk pertama kalinya.

Kini para pejabat Gedung Putih menyimpulkan, Trump hanya boleh tampil di depan kamera jika sudah ada perkembangan signifikan dalam penanganan virus Corona di AS.

Gedung Putih mengusulkan agar kendali jumpa pers harian dipegang oleh Wapres AS, Mike Pence atau para pejabat dari Kementerian Kesehatan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *