Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Bahan Nitrat Terbukti Bukan Milik Hizbullah, Gubernur Beirut: Saya Tak Tahu Ada Bahan Peledak di Pelabuhan

Bahan Nitrat Terbukti Bukan Milik Hizbullah, Gubernur Beirut: Saya Tak Tahu Ada Bahan Peledak di Pelabuhan

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Gubernur Beirut Marwan Abboud, dalam wawancara dengan France24, Jumat 7 Agustus malam berbicara soal bencana yang terjadi di pelabuhan Beirut, Ibu Kota Lebanon.

“Apa yang terjadi di Beirut adalah sebuah tragedi besar. Beirut seperti dihantam sebuah bom nuklir kecil. Pelabuhan dan kawasan permukiman rusak berat, dan Beirut menjadi kota yang dirundung musibah,” kata Abboud.

Menurutnya, semua upaya dan bantuan yang diberikan hingga saat ini, ibarat tetes air di hadapan laut. Efek bantuan-bantuan itu belum terasa lantaran besarnya bencana yang menimpa Beirut.

“Kegubernuran Beirut tidak tahu menahu soal keberadaan bahan peledak di gudang no 12 pelabuhan Beirut,” akunya.

Saat ditanya tentang keberadaan bahan peledak di tempat-tempat serupa, Abboud menjelaskan bahwa para pejabat Lebanon tengah menyelidiki semua tempat, yang disinyalir menjadi tempat penyimpanan bahan peledak dan berpotensi mengancam nyawa warga.

Sementara itu, setelah ada isu-isu menyesatkan bahwa bahan nitrat amonium di pelabuhan itu milik Hizbullah, kini terungkap bahwa pemiliknya adalah sebuah perusahaan bahan peledak di Mozambik.

Jubir Fabrica de Explosivos Mocambique (FEM) mengumumkan, muatan nitrat amonium yang memicu ledakan dahsyat di pelabuhan Beirut adalah milik perusahaannya. Ia menjelaskan, bahan itu berasal dari Georgia dan tengah dibawa ke Mozambik, namun tidak sampai ke tujuan.

“Muatan khusus bahan peledak ini dikirim untuk perusahaan-perusahaan tambang di Mozambik, yang ditahan dan disita di pelabuhan Beirut sekitar 7 tahun lalu,” katanya kepada CNN.

Jubir FEM itu mengaku heran karena bahan nitrat amonium sitaan itu disimpan sekian lama di pelabuhan Beirut.

“Ini bukan bahan yang bisa disimpan begitu saja tanpa digunakan sama sekali. Ini bahan yang sangat berbahaya. Jika akan dipindahkan, pemindahannya harus dilakukan sesuai standar transportasi yang ketat. Ini bahan berbahaya yang digunakan untuk memproduksi bahan peledak. Nitrat amonium tidak seperti mesiu. Mesiu lebih tahan lama dibanding bahan ini,” paparnya.

Tags: