Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Didukung Saudi dan UEA, AS Lanjutkan Skenario Pecah-Belah Lewat Pembentukan Kawasan Otonomi Sunni di Irak

Didukung Saudi dan UEA, AS Lanjutkan Skenario Pecah-Belah Lewat Pembentukan Kawasan Otonomi Sunni di Irak

POROS PERLAWANAN – Ketua Himpunan Ulama (Sunni) Irak, Khalid al-Mulla mengabarkan adanya rapat-rapat rahasia yang membahas deklarasi kawasan otonomi Sunni di negara tersebut.

Dilansir Fars, al-Mulla menyatakan bahwa jika skenario demo-demo sekarang ini gagal, maka skenario deklarasi kawasan Sunni akan diberlakukan.

Al-Mulla, yang mendukung persatuan Irak, dalam wawancara dengan al-Maalomah mengatakan, ”Bila skenario yang dirancang untuk demo tidak membuahkan hasil, kawasan Sunni akan mengumumkan kelahirannya, sebagaimana yang sudah direncanakan oleh sebagian pihak. Pertemuan-pertemuan rahasia terkait masalah ini masih terus berlangsung, dan AS mendukungnya.”

Menurut al-Maalomah, seiring munculnya krisis di Irak, sejumlah politisi Sunni menggunakan wacana deklarasi kawasan otonomi sebagai sarana tekan demi meraih capaian politis dan jabatan lebih tinggi.

Padahal banyak tetua suku-suku di Provinsi al-Anbar menegaskan, mereka menentang upaya pihak-pihak tertentu untuk membentuk kawasan Sunni di provinsi tersebut. Mereka meyakini, jika hal ini terjadi, Irak akan terpecah-belah dan memuluskan intervensi asing di negara tersebut.

Pasca gugurnya Syahid Qassem Soleimani dan Syahid Abu Mahdi al-Muhandis akibat serangan AS, Parlemen Irak pada 5 Januari mengesahkan rencana pengusiran Tentara AS dari wilayahnya.

Dalam rangka menekan Baghdad dan memaksanya untuk membatalkan rencana itu, awalnya Washington memprovokasi partai-partai Sunni dan Kurdi agar tidak menghadiri sidang Parlemen. Tujuannya adalah menghalangi pengesahan rencana tersebut.

Namun setelah Parlemen mengesahkannya, proyek pembentukan kawasan otonomi Sunni pun dimulai. Sejumlah pertemuan telah diadakan di luar Irak dengan dukungan Abu Dhabi dan Washington.

Middle East Eye dalam laporannya mengabarkan upaya dan penyediaan biaya oleh Saudi dan UEA untuk memecah-belah Irak dan membentuk kawasan Sunni.

Dalam rangka ini pula, AS sejak musim panas lalu telah melatih para pemuda dari al-Anbar dengan dalih untuk perang melawan ISIS. Tindakan ini ditentang Dar al-Ifta Irak, juga para tetua dan tokoh suku-suku di provinsi barat Irak. Mereka menyatakan tak akan menerima keberadaan pasukan militer. Bagi mereka, wacana pembentukan kawasan Sunni adalah pengkhianatan terhadap sejarah Irak.

Tags: