Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Eropa

Bantah Fitnah dan Tuduhan ‘Ancam Kedaulatan Negeri Paman Sam’, Moskow Tegaskan Tak Pernah Langgar Batas Wilayah Amerika

POROS PERLAWANAN – Angkatan Udara AS melaporkan telah mencegat dua pesawat pengintai Rusia yang memasuki “zona identifikasi pertahanan” di Alaska. Moskow membantah dan mengatakan itu adalah penerbangan pelatihan dan pesawat-pesawat itu tidak mencapai wilayah udara AS, RT melaporkan.

Beberapa pesawat tempur F-22 Raptor AS, diiringi oleh pesawat pengisi bahan bakar udara KC-135 Stratotanker dan pesawat radar E-3 AWACS, dikerahkan untuk mencegat pesawat militer Rusia di atas Laut Bering pada Rabu, 8 April. Hal ini disampaikan oleh Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) melalui serangkaian tweet pada hari Kamis.

Pencegatan terjadi di utara Kepulauan Aleut, yang membentang jauh ke Samudra Pasifik dari pantai Alaska.

Segerombolan pasukan udara canggih nan tangguh tersebut dikirim untuk melacak pesawat patroli maritim Il-38 dan beberapa pesawat anti-kapal selam milik Angkatan Laut Rusia yang sudah berusia lebih dari setengah abad.

Perwakilan Militer Rusia menjelaskan bahwa pesawat-pesawat era Soviet ini juga dapat digunakan untuk misi pencarian dan penyelamatan maritim. Namun kali ini, mereka berada dalam penerbangan pelatihan relokasi jarak jauh yang melibatkan simulasi pengintaian laut dan perburuan kapal selam.

Kementerian Pertahanan Rusia telah berulang kali mengatakan bahwa pesawat militernya melakukan penerbangan pelatihan sesuai dengan aturan internasional. Bahkan NORAD secara terbuka menyatakan bahwa pesawat-pesawat itu “tidak memasuki wilayah udara Amerika Serikat atau Kanada.”

Tetapi Pemerintah AS malah mengeluarkan statemen yang berkebalikan, mereka mengatakan bahwa pesawat Rusia berada di dalam “Zona Identifikasi Pertahanan Udara Alaska'”, sebuah zona yang oleh AS secara sepihak didefinisikan sebagai kawasan yang apabila ada pesawat asing melintas, AS berhak untuk melakukan pemantauan demi keamanan nasional.

Zona ini pertama kali diperkenalkan oleh AS pada 1950 saat perang Korea, yang batasannya dapat jauh melewati batas wilayah teritorial AS, walaupun tidak pernah ada perjanjian internasional yang mengatur tentang itu.

Pendakuan sepihak ini tidak lantas menghentikan Komandan NORAD, Jenderal Terrence O’Shaughnessy, dari membual bahwa pasukannya “terus secara aktif mengawasi ancaman dan mempertahankan Tanah Air 24 jam sehari, 7 hari seminggu, 365 hari setahun,” terlepas dari pandemi Covid- 19 yang tengah melanda dunia dan telah menginfeksi ratusan ribu orang di seluruh Amerika.

Militer AS juga menggunakan kesempatan ini untuk mengklaim bahwa insiden yang diduga melibatkan “pesawat Rusia yang beroperasi di dekat perbatasan negara kita” telah terjadi “beberapa kali dalam sebulan terakhir.”

Namun mereka tidak menyebutkan insiden serupa yang pernah “beberapa kali“ dilakukan militer AS kala menerbangkan pesawat bomber berkemampuan nuklir di perbatasan Rusia pada 2019 lalu.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *