Loading

Ketik untuk mencari

Arab Saudi Yaman

Sekjen PBB Hendaki Gencatan Senjata Komprehensif di Seluruh Yaman, Bukan Sekadar Manuver dan Trik seperti Digagas Aliansi Saudi

Antonio Guterres

POROS PERLAWANAN – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa, Antonio Guterres menyambut baik deklarasi Saudi tentang gencatan senjata di Yaman. Menurutnya, “keputusan itu mendukung kemajuan upaya menuju perdamaian, serta respons nasional terhadap pandemi Corona.”

Guterres menyerukan kepada Front Perlawanan Ansharullah untuk segera mengakhiri pertempuran.

Ia juga meminta kepada Pemerintah Yaman dan Ansharullah untuk berkomunikasi dengan baik dan tanpa syarat, dalam negosiasi yang disponsori oleh utusan khusus, Martin Griffiths.

Sekjen PBB itu memungkasi pernyataannya, dengan menekankan pentingnya dialog untuk menyepakati mekanisme gencatan senjata yang komprehenseif di seluruh Yaman, serta bersama-sama membangun kembali trust ekonomi, yang bertujuan menyudahi derita warga Yaman, juga melanjutkan proses politik untuk mengakhiri konflik.

Pernyataan Sekjan PBB ini disampaikan, setelah Reuters memberitakan rencana koalisi agresor Saudi menghentikan agresi milter secara nasional pada malam Rabu kemarin.

Sumber Reuters menyebutkan, bahwa rencana penghentian agresi akan dimulai hari ini, Kamis 9 April untuk mendukung inisiatif PBB. Di antara alasan-alasan penghentian itu, untuk menghindari penyebaran virus Corona yang kini mulai menginfeksi Yaman.

Sementara utusan PBB untuk Yaman, Martin Griffiths terus meyerukan penghentian pertikaian kedua belah pihak, untuk menciptakan lingkungan yang kondusif, demi terlaksananya gencatan senjata di seluruh Yaman.

“Pemimpin-pemimpin Yaman harus memfokuskan perhatian untuk menghindari dan mengurangi potensi konsekuensi yang lebih parah, akibat penyebaran virus Corona,” terang Griffiths.

Di tempat berbeda, anggota Dewan Politik Ansharullah, Mohammed Al-Bukhaiti menyatakan, “Sanaa siap mematuhi penghentian perang total dan pencabutan berbagai bentuk blokade.”

Menurutnya, “Langkah Arab Saudi hanya sebuah manuver, karena telah mengumumkan berkali-kali penghentian agresi militer, namun mereka tak menghentikan aksi serangan darat.”

“Fakta terkini menunjukkan keseimbangan kekuasaan berubah di Sanaa. Aliansi Saudi panik atas pembebasan seluruh provinsi,” tegas al-Bukhaiti.

“Jika blokade tidak dicabut, ini hanyalah taktik terselubung untuk mengembalikan posisi, setelah kerugian besar yang diderita oleh Saudi akibat agresi ini,” imbuhnya.

Menurut al-Bukhaiti, “Problema wabah virus Corona adalah peluang bagi Saudi dan negara-negara agresor untuk keluar dari dilema perang dan menyelamatkan mereka dari rasa malu.”

“Blokade Arab Saudi di Yaman telah menyebabkan penyebaran banyak epidemi, penyakit dan kelaparan,” singgung al-Bukhaiti.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *